Jumaat, 25 Ogos 2023

JALAN ke Pohon Kehidupan di Eden telah ditutup oleh beberapa malaikat Kerub (Kejadian 3: 24), tetapi Jalan ke Pohon Kehidupan telah dibuka di bumi oleh Kristus Yeshua (Yohanes 14: 6)

 

    Nenek moyang kita yang pertama, iaitu Adam dan Eve, pada mulanya tinggal di taman Eden, kerana pada ketika itu bumi belum sesuai untuk di huni (Kejadian. 2: 1-7).  1 Demikianlah diselesaikan langit dan bumi dan segala isinya. 2 Ketika Allah pada hari ketujuh telah menyelesaikan pekerjaan yang dibuatNya itu, berhentilah Ia pada hari ketujuh dari segala pekerjaan yang telah dibuatNya itu. 3 Lalu Allah memberkati hari ketujuh itu dan menguduskannya, karena pada hari itulah Ia berhenti dari segala pekerjaan penciptaan yang telah dibuatNya itu. 4 Demikianlah riwayat langit dan bumi pada waktu diciptakan. Ketika Tuhan Allah menjadikan bumi dan langit, – 5 belum ada semak apa pun di bumi, belum timbul tumbuh-tumbuhan apa pun di padang, sebab Tuhan Allah belum menurunkan hujan ke bumi, dan belum ada orang untuk mengusahakan tanah itu; 6 tetapi ada kabut naik ke atas dari bumi dan membasahi seluruh permukaan bumi itu – 7 ketika itulah Tuhan Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup (TB Kejadian 2:1-7)

    Jadi, Tuhan menempatkan mereka di taman Sorga dipanggil Eden. Di Eden terdapat Pohon Kehidupan dan Pohon Pengetahuan; artinya jikalau manusia pertama memakan buah Pohon Pengetahuan, maka pilihan manusia itu adalah mewakili kehendak manusia yang melanggari Hukum Tuhan, kerana buah-buahnya adalah terlarang oleh Firman Tuhan. Frasa dosa  asal dalam ajaran Kristen adalah merujuk kepada dosa-dosa Adam dan Hawa, iaitu kesalahan mereka sejurus setelah memakan buah-buah pohon Pengetahuan yang terlarang itu sehingga ia telah mengakibatkan perubahan drastis kepada kondisi roh mereka, dan kelak menjerumuskan seluruh keturunan umat manusia kepada fitrah manusia jatuh yang mudah terbujuk kepada pelanggaran Firman atau luka-luka roh (dosa-dosa) ataupun fallen predisposition of the spirits sehingga keturunannya terdedah dan takluk kepada pelbagai kelemahan daging. Weakened predispositions of the spirits and flesh had shifted the centre of consciousness of human beings right from the spiritual centred creature into five-senses-centred-being which had caused mankind to be very vulnerable into sinfulness. Thus, mankind needs reconciliation from the ‘name’ of God Himself! The ‘name’ had had been from the beginning was predestined to be given from the Father unto his Son Jesus Christ.

    Mula-mula, kehidupan manusia itu berpusat pada kecenderungan spiritual dan memang ia adalah mahluk yang suci kerana belum ada dosa.  Justeru itu, mereka tiada masalah dalam berkomunikasi dengan Roh Allah Bapa. Mereka tiada masalah untuk hidup tinggal di Eden (Sorga pertama) sebagai mahluk manusia dalam posisi yang tidak berseteru dengan Allah Bapa. Manusia itu sebenarnya telah direncanakan oleh Tuhan untuk memerintah langit & bumi, kerana Tuhan sendiri pula memang menegakkan kerajaanNya di ketujuh-tujuh lapis Sorga.

    Namun, selepas memakan buah pohon pengetahuan itu, manusia tidak lagi memerintah langit dan bumi, kerana kuasa 'rohaniahnya' untuk memerintah kerajaan alam roh bagi langit dan juga bumi telah berpindah kepada tangan Iblis! Jikalau manusia kembali memerintah langit dan bumi, maka ia mestilah mengekalkan kuasa rohaniah yang suci, namun ia telah gagal mengekalkan kesuciannya kerana ia telah kehilangan kesucian itu pada Pohon Pengetahuan, justeru itu, kuasa rohaniahnya telah secara langsung telah Ia serahkan kepada Iblis. Sejak itu, Iblislah yang telah menjadi the gods of this world and the principalities of the air.  

    Nenek moyang kita yang pertama telah tunduk kepada bujukan dan tipu muslihat Iblis untuk melanggari  Firman dengan memakan buah pohon terlarang itu. Rahsia kuasa memerintah langit dan bumi sebenarnya adalah dijelaskan oleh pilihan manusia pertama, samada untuk memakan buah Pohon Pengetahuan ataupun bergantung penuh kepada buah-buah pohon kehidupan. Manusia harus menggunakan tanggungjawab moralnya, samada untuk memakan buah pohon kehidupan atau buah pohon pengetahuan. Apa saja pilihan manusia adalah menubuatkan masa hadapan umat manusia dan ia mengungkapkan bahawa manusia itu telah dianugerahkan dengan kehendak bebas.

 

Jikalau buah-buah Pohon Pengetahuan itu membawa kematian, mengapa harus Tuhan menanam Pohon Pengetahuan itu? Bukankah lebih baik jikalau ia tidak tanam?

 

    Kedua jenis pohon itu mengungkapkan kehendak bebas manusia! Manusia dianugerahkan kehendak bebas, sedangkan binatang hidup mengikut naluri haiwan atau animal instincts. Kehendak bebas artinya manusia dianugerahkan kebebasan untuk memilih samada, bergantung penuh kepada buah pohon kehidupan ataupun memilih untuk melanggari Firman dengan memakan buah pohon pengetahuan! Walaupun Tuhan telah ‘berkorban’ untuk membenarkan manusia pertama, dengan memberikan pakaian kebenaran/pakaian kudus yang disampaikan secara kiasan sebagai “mengenakan pakaian dari kulit binatang” yang diberikan oleh Tuhan kepada Adam dan Hawa yang telanjang (berdosa) itu, dalam Kejadian 3: 21, namun mereka tidak lagi dibenarkan untuk mendapat akses kepada JALAN menuju ke Pohon Kehidupan di Eden itu (Kejadian 3: 24) ; mereka perlu diusir keluar Eden supaya mereka tidak mendapat akses kepada buah-buah pohon kehidupan. Walaubagaimanapun, ketelanjangan daging bukanlah masalah besar untuk umat manusia. Ketelanjangan roh manusia itu yang mendatangkan  masalah, kerana manusia yang telanjang rohnya (roh  ada luka-luka) pastinya tidak akan tahan berdiri di dalam hadirat Tuhan yang semarak api kesuciannya adalah menghanguskan: the divine consuming fire.

    Manusia perlu garment of righteousness untuk menutupi seluruh roh manusia, agar roh manusia itu dalam keadaan diperdamaikan dengan Roh  Tuhan yang Mahasuci! Dan darah suci Yeshualah yang dapat memberikan the garment of righteousness/mantle of the righteous spirit, agar dapat memasuki hadirat Roh Allah Bapa.  Di bumi, Tuhan telah mengajarkan ajaran altar sebagai jalan untuk diperdamaikan (reconciled) dengan Tuhan. Ada pencurahan darah  yang perlu dicurahkan menurut upacara ritus doa oleh ke-imamatan yang diangkat oleh Tuhan pada zaman itu. Dalam Perjanjian Lama, upacara/ritus altar adalah pencurahan darah menurut pengupacaraan Levitical order dan juga Aaronic order (Kitab Suci Imamat 16; 17: 11), dan sesudah upacara darah itu selesai diupacarakan, maka imam akan  mengenakan pakaian kudus untuk berdiri berdoa di hadapan Tuhan YHVH.  Darah suci Yeshua yang berstatus "Sudah Selesai" (Yohanes. 19: 30), adalah jaminan Perdamaian antara Roh Tuhan dan roh-roh manusia, agar kita dapat mengenakan pakaian kebenaran atau pakaian kudus di hadapannya dalam kamar (Matius 6: 6-13). Maksudnya, pakaian kebenaran itu diperlukan untuk memasuki kamar yang terdalam (Matius 6: 6).

 

14 berbahagialah mereka yang membasuh jubahnya (note: tidak dibasuh artinya kondisi roh yang telanjang  dan tidak percaya kepada kuasa darah suci Yeshua dalam penyembuhan luka-luka roh~ Isaiah 53: 5; Matius 26: 26-28). Mereka akan memperoleh ‘hak’ atas pohon-pohon kehidupan dan MASUK melalui pintu-pintu gerbang (note: the ancients gates~ names of God) ke dalam kota itu. (Why 22:14).

    Darah suci Yeshua bukanlah darah manusia orang biasa, kerana ia sepenuhnya Ilahi. DarahNya tercurah menggenapi maksud Yesaya 53 & Imamat 17: 11 & Mazmur 110. (Yohanes 8:58; Yesaya 9:5-6; Yesaya 11: 1-3; Mazmur 40: 7, 8, 9; Lukas 24: 44; Yeremia 31: 31-34; Yohanes 17: 3 ; Yohanes 14:9; John 1: 29; Romans 1: 1-6).  Dan curahan darahNya mengenapi Lukas 24: 44.   Berkat  pengupacaraan imam Melchizedek ialah Immanuel blessings.

    Keselamatan roh-roh umat manusia, justeru, adalah "nama" Tuhan atau 'pengorbanan' Tuhan (Kejadian 3: 21; Imamat.  17:11), dan bukannya pekerjaan manusia atau 'nama' manusia (Kejadian 3: 7). Pengorbanan manusia boleh menyelamatkan daging sesama manusia, namun ia tidak dapat menyelamatkan roh-roh manusia. Keselamatan roh-roh manusia adalah pekerjaan Tuhan, dan hanya 'nama' Tuhan sahaja yang tahu untuk memberikan kesembuhan luka-luka roh yang ada pada manusia yang berdosa setiap hari. Usaha Adam dan Eve dalam menyemat daun-daun pohon ara adalah typology, bahawa ‘korban’ atau usaha manusia itu tidak mampu mendatangkan berkat keselamatan roh, walaupun ia mampu menutupi ketelanjangan daging.  Keselamatan roh-roh manusia hanya bisa terjadi apabila ia datang dari 'Korban' Domba Paskah Tuhan atau ‘nama’ Tuhan. Ayat yang berbunyi Salvation belongs to the lord membawa pengertian, bahawa usaha Tuhanlah atau 'nama' Tuhan yang memberi keselamatan, dan bukannya usaha manusia atau 'nama' manusia semata-mata. ‘Nama’ Yeshua berarti ‘Keselamatan.’ Domba Paskah Tuhan adalah korban ‘nama’ Allah Bapa yang kelihatan di bumi. Nama itu, iaitu nama YHVH yang diberitakan dalam Kitab suci Keluaran 34: 5-7,  telah diberikan kepada Anak Manusia sehingga Yeshua telah menjadi Keselamatan bagi semua bangsa-bangsa.

    Allah Bapa sebenarnya bersemayam di Sorga ke tujuh.  Di Taman Eden (Sorga lapis pertama~1st heaven)  pohon kehidupan itu mewakili hadirat Allah Bapa sebagai sumber hidup kekal abadi.  Kelak kita mengerti bahawa Yeshua adalah Pohon Kehidupan yang kelihatan di bumi mewakili Bapa. Buah Pohon Kehidupan  memberikan Berkat  kehidupan kekal abadi kepada roh manusia. Ia mewakili typology hadirat Allah Bapa, sebagai mata air kehidupan atau sumber hidup.  Hukum kekal abadi hidup di Eden bagi Adam dan Eve, mereka mesti sinless, supaya daging layak wujud immortal di Eden. Tetapi, mereka sudah makan buah pohon terlarang, maka hilanglah kelayakan immortalitynya di Eden. Mereka harus ditegah dari mendapat akses masuk kepada buah-buah pohon kehidupan kekal abadi.

    Justeru, mereka harus di usir ke bumi untuk beranak pinak di bumi dan, supaya daging yang diambil dari debu harus kembali kepada debu. Kalau berpinak-pinak di Eden, bukankah itu salah kerana Tuhan telah berfirman sebelum itu, supaya mereka memenuhi bumi. Mereka tidak boleh beranak-pinak di Eden, kerana itu melanggari Firman Allah. Mereka perlu melalui pengalaman kematian tepat seperti Firman Allah kepada mereka, manusia yang diambil dari debu harus kembali kepada debu, supaya Firman Allah itu benar, seperti yang dia Firmankan. Justeru, dia bukanlah PENDUSTA atau pembohong!

22 Berfirmanlah Tuhan Allah: "Sesungguhnya manusia itu telah menjadi seperti salah satu dari Kita, tahu tentang yang baik dan yang jahat; maka sekarang jangan sampai ia mengulurkan tangannya dan mengambil pula dari buah POHON KEHIDUPAN itu dan memakannya, sehingga ia hidup untuk selama-lamanya.”23 Lalu Tuhan Allah mengusir dia dari TAMAN EDEN, supaya ia MENGUSAHAKAN TANAH dari mana ia diambil. 24 Ia menghalau manusia itu dan di sebelah timur taman Eden ditempatkanNyalah BEBERAPA KERUB dengan PEDANG yang bernyala-nyala dan menyambar-nyambar, untuk menjaga JALAN ke POHON KEHIDUPAN. (TB Kej. 3:22-24)

    Orang berdosa tidak dibenarkan  melalui jalan ke  pohon kehidupan itu di Eden. Artinya, hadirat ALLAH BAPA telah tertutup bagi orang berdosa! Tiada jalan untuk masuk (enter into that tree of Life) hadirat Allah Bapa. Kehilangan jalan bermaksud kehilangan hidup kekal abadi. Jalan kepada pohon kehidupan itu telah ditutup dan dijagai oleh beberapa kerub seperti yangtercatat dalam Kitab Suci Kejadian 3: 24.

 

What is our WAY back to the Tree of Life?

 

    Tree of Life represents the eternal life in the presence of the Holy Father. The presence of the holy Father itself is what the tree of life reveleath unto us. Nabi Musa pula TIDAK DAPAT memasuki khemah PERTEMUAN kerana hadirat Allah Bapa dengan SEGALA KEMULIAANNYA MEMENUHI khemah Suci itu. Walaupun sebelum itu ia (Musa) telah diajar oleh Tuhan untuk memasuki hadirat Roh YHVH yang penuh semarak itu di Gunung Sinai dalam Kitab Keluaran 33.  Lalu awan itu menutupi Kemah Pertemuan, dan kemuliaan Tuhan memenuhi Kemah Suci, sehingga Musa TIDAK DAPAT MEMASUKI Kemah Pertemuan, sebab awan itu hinggap di atas kemah itu, dan kemuliaan Tuhan memenuhi Kemah Suci. (TB Kel 40:34-35)


Kelak dalam era pengujudan Perjanjian Baru, Yeshua bersabda "Akulah JALAN..." Yohanes 14: 6. Dialah JALAN untuk MEMASUKI hadirat Roh Allah Bapa untuk beribadah DOA BAPA KAMI, sebagaimana hadirat yang diungkapkan oleh Yeshua seperti bilik/Chamber dalam petikan Matius 6: 6. Justeru itu, Yeshua adalah the WAY bagi kita untuk memasuki hadirat Bapa.

1“Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya siapa yang MASUK ke dalam kandang domba dengan tidak melalui PINTU, tetapi dengan memanjat tembok, ia adalah seorang pencuri dan seorang perampok; 2 tetapi siapa yang MASUK melalui PINTU, ia adalah gembala domba. 3 Untuk dia penjaga MEMBUKA PINTU dan domba-domba mendengarkan suaranya dan ia memanggil domba-dombanya masing-masing menurut namanya dan menuntunnya ke luar. 4 Jika semua dombanya telah dibawanya ke luar, ia berjalan di depan mereka dan domba-domba itu mengikuti dia, karena mereka MENGENAL SUARANYA. (TB Yoh 10:1-4)

Lalu kata Yesus kepadanya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya engkau akan melihat SORGA TERBUKA (Pintu Sorga terbuka di dalam hadirat Kristus) dan malaikat-malaikat Allah turun naik kepada ANAK MANUSIA.” (TB Yoh 1:51).  Maksudnya Yeshua adalah JALAN dan PINTU kepada hadirat Allah Bapa . Namun orang Kristen TIDAK DAPAT memasuki kamar terdalam dalam Matius 6: 6, iaitu hadirat Allah Bapa kerana RAGU-RAGU kepada JALAN & PINTU, iaitu ANAK MANUSIA Yeshua Kristus.   Yeshua is the WAY to the presence of the Spirit of the Father,  so that we could pray OUR FATHER in the our own chambers through the help of the Helper.

Kenapa ragu-ragu?!  Why we should be doubtful of Christ Messianic identity as the Way back to that tree of Life?

 

- Tidak cukup cahaya

- Tidak cukup makan

- Salah makan

- Perlu knowledge & understanding, sharing oleh nabi-nabi Tuhan.

 

     Akibat ragu-ragu, kita tak dapat MEMASUKI hadirat Allah Bapa dalam kamar terdalam ! ...so we see that they were UNABLE To enter their REST in Christ because of DISBELIEF! Hebrew 3: 19. Untuk memasuki hadirat Roh Allah Bapa , kita perlu JALAN, PINTU, KUNCI & JUGA GARMENT , IAITU YESHUA KRISTUS.

Isaiah 30::15

The acts 2: 21

Joel 3: 23

Mark 16: 16

John 1: 29

1John 1: 7-9

Isaiah 53: 5

John 1: 12

Romans 1: 1-6

Revelation 1: 5

 

    PERHENTIAN Israelites di Tanah Suci hanyalah sebagai bayangan  kepada DAMAI SEJAHTERA yang dianugerahkan oleh Kristus kelak. Promised Land adalah typology REST in Christ , agar, akhirnya kita melihat kiasan itu lalu kita beribadah kepada Allah Bapa dalam KAMAR (Matius 6: 6). Dengan beriman kepada Yeshua Kristus (Ibrani 11: 1; Isaiah 29: 16), kita akan dapat melaksanakan KEHENDAK TUHAN di dalam Kristus Yeshua menurut  1 Thesalonika 5: 16, 17, 18.

16 Bersukacitalah senantiasa. 17 Tetaplah berdoa. 18 Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu. (TB 1 Tesalonika  5:16-18)

 

    14 BERBAHAGIALAH (beriman) mereka yang MEMBASUH JUBAHNYA.  Mereka akan memperoleh hak atas pohon-pohon kehidupan dan MASUK melalui pintu-pintu gerbang ke dalam kota itu. 15 Tetapi anjing-anjing dan tukang-tukang sihir, orang-orang sundal, orang-orang pembunuh, penyembah-penyembah berhala dan setiap orang yang mencintai dusta dan yang melakukannya, tinggal di luar. 16“Aku, Yesus, telah mengutus malaikat-Ku untuk memberi kesaksian tentang semuanya ini kepadamu bagi jemaat-jemaat. 17 Aku adalah tunas, yaitu keturunan Daud, bintang timur yang gilang-gemilang.” Roh dan pengantin perempuan itu berkata: “Marilah!” Dan barangsiapa yang mendengarnya, hendaklah ia berkata: “Marilah!” Dan barangsiapa yang HAUS, hendaklah ia datang, dan barangsiapa yang mau, hendaklah ia mengambil AIR KEHIDUPAN dengan cuma-cuma! (TB Why 22:14-17)