Karena Hidup di dunia, banyak hal yang dapat kita 'pegang' atau 'miliki' menurut kemampuan intelek maupun keterampilan yang ada pada diri seseorang. Kau boleh memegang sertifikat tanah, menjadi pemegang saham, termasuk juga memegang janji setia kepada istri, dan bermacam-macam hal lagi yang bisa kita usahakan untuk dimiliki atau 'dipegang.' Siapa yang pandai memegang banyak kecakapan, dialah yang berpotensi untuk hidup maju di dunia! Kita mencari sesuatu yang bisa kita 'pegang' atau miliki, supaya kita mempunyai makna untuk terus hidup berjuang di bumi. Orang yang tidak mempunyai sesuatu pun untuk dipegang atau dimiliki akan menderita dalam hidup, bahkan ada yang bunuh diri karena tidak ada lagi hal yang harus dipegang untuk menjadikan hidupnya bermakna. siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan; tetapi siapa yang tidak mempunyai, apa pun juga yang ada padanya akan diambil daripadanya." (Matius 13:12).
Harta kekayaan yang kekal abadi bagi pengikut Kristus adalah Harta Sion, yaitu tujuh lapis Roh Tuhan! Tuhan Yahweh, ketika memberikan janji pembaruan kepada umat-Nya—bani Israel yang tidak setia memegang perjanjian—menyingkapkan rahasia harta masa depan Sion (Gereja) dalam kitab Yesaya 33:6.
Nabi Yesaya menyampaikan pesan nubuatan: "Masa keamanan akan tiba bagimu, kekayaan yang menyelamatkan ialah hikmat dan pengetahuan; takut akan TUHAN, itulah harta benda Sion." (Yesaya 33:6). Banyak di antara kita yang berpendapat bahwa ilmu-ilmu untuk memegang harta benda Sion hanyalah layak diulas oleh golongan elit, pendeta, dan kaum religius. Namun, Yesus berfirman dengan jelas sekali: "... kepada kamu diberikan karunia untuk mengetahui rahasia tujuh lapis Roh Tuhan..." Harta Sion, yaitu Roh Kudus, dikaruniakan kepada setiap imamat rajani. Maka, roh hikmat itu datang dari operasi tujuh lapis karunia secara pribadi, walaupun kita diupacarakan dalam sakramen yang satu. Operasi tujuh lapis Roh Kudus haruslah diseru setiap hari sebagaimana kita menyeru 'nama' Jalan, Pintu, dan Kunci: Kristus. Operasi itu datang karena doa.
Dalam perjalanan iman, setiap pengikut Kristus dapat bertumbuh dalam percaya karena roh orang percaya yang setia 'makan' Manna. 'Makan' karena didorong oleh operasi 'roh takut akan Tuhan" yang menyebabkan rasa 'lapar.' Jika tidak ada makanan, tidak akan ada pertumbuhan rohani. Membaca Firman tanpa berdoa adalah pengertian pada tahap mental. Tetapi, berdoa dan membaca Firman adalah tahap rohani; inilah yang dimaksud dengan makan. Tuhan tidak akan turun menganugerahkan operasi roh hikmat dan roh pengertian jikalau tidak ada kesetiaan 'makan' yang senantiasa berkesinambungan. Raja Daud menyingkapkan kunci bergaul karib dengan Roh Tuhan seperti lirik lagunya dalam Mazmur 25:14: "TUHAN bergaul karib dengan orang yang takut akan Dia, dan perjanjian-Nya diberitahukan-Nya kepada mereka." (Mazmur 25:14).
Mereka yang karib dengan Tuhan adalah mereka yang dianugerahi operasi karunia 'roh takut akan Tuhan' ; karunia itu senantiasa melekat pada Roh Kudus. Oleh karena itu, karena karunia tersebut datang dan pergi, ia harus diseru siang dan malam supaya kita dianugerahi kehadiran-Nya.
Yesus berfirman bahwa apabila Roh Penghibur (Roh Kudus) itu datang: "Jikalau Penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku." (Yoh. 15:26). Operasi karunia 'roh pengertian' ada pada Roh Kudus, maka 'roh pengertian' inilah yang akan memberikan pengenalan akan Yang Mahakudus. Semakin sering Ia turun, semakin cepat pula kita mengenali Yang Mahakudus.
Kebijaksanaan Raja Salomo jelas sekali memberikan kesaksian bahwa Roh Hikmat dan roh pengertian didahului oleh operasi "roh takut akan Tuhan." Walaupun tujuh lapis karunia itu ada pada Roh Kudus, yaitu melekat bersama-sama secara serentak, operasinya jelas disingkapkan oleh firman Tuhan. Karunia "roh takut akan Tuhan" inilah yang menyalakan (switching on) roh si penerima anugerah Tuhan, supaya rohnya mulai menanggapi realitas Roh Tuhan, atau yang disebut sebagai "permulaan hikmat."
Roh Hikmat adalah realitas Kristus karena di dalam Kristuslah terpendam segala hikmat. Jika engkau mulai mendengar suara-Nya, mulai melihat penglihatan-penglihatan, dan mulai memimpikan realitas Roh Tuhan, maka itulah yang dimaksud dengan "permulaan hikmat." Ini juga yang dinamakan sebagai permulaan hubungan (relationship) dengan Kristus. Dari titik ini, pengikut-pengikut Kristus memulai perjalanan iman sebagai manusia rohani yang dewasa. Mereka yang disebut "ranting yang benar pada Pokok Anggur yang benar" adalah mereka yang bernubuat (prophesying), melihat penglihatan (seeing visions), dan mendapat mimpi (dreaming dreams) (Yoel 2:28).
Raja Salomo ternyata lebih dahulu mengenali operasi karya tujuh lapis karunia Roh Tuhan dibandingkan dengan kita, yaitu selama masa pemerintahannya antara tahun lebih kurang 1017 SM hingga 978 SM di masa lampau. Kesaksiannya membagikan pengertian kepada kita bahwa: "Permulaan hikmat adalah takut akan TUHAN, dan mengenal Yang Mahakudus adalah pengertian." (Amsal 9:10).
Maka, dalam menelusuri perjalanan iman, setiap orang percaya harus memegang apa yang diberikan kepadanya, yaitu tujuh lapis Roh Kudus. Tuhan itu Mahaadil karena kekuatan iman adalah kehadiran tujuh lapis Roh Kudus, dan mungkin juga kehadiran malaikat-malaikat yang diutus oleh Bapa, bukan terletak pada kemampuan intelek manusia. Tanpa urapan atau kehadiran Roh Kudus, tidak akan ada kekuatan untuk meneruskan perjalanan iman. Jika demikian, rumput hijau pun menjadi layu dan orang dewasa pun terhuyung-hayang berjalan.
Tanpa kekuatan roh untuk melakukan kehendak-kehendak Roh Tuhan, kita hanya akan berpaut pada kekuatan pikiran. Pikiran itu adalah pusat kehidupan daging. Sementara itu, kehendak-kehendak Roh Tuhan atau Firman dilaksanakan dengan kekuatan tujuh lapis Roh, yaitu urapan kehadiran Roh Kudus. Dengan kekuatan yang dianugerahkan oleh Roh Kudus, barulah ada kemenangan. Tidak ada kemenangan bagi mereka yang melakukan kehendak Firman dengan kekuatan pikiran semata.
Setiap orang yang mengerti kehendak Tuhan akan melakukan kehendak-Nya dengan pengakuan bahwa tanpa Kristus, mustahil sekali untuk diperkenan oleh Allah Bapa. "Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya. Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa." (Yohanes 15:1, 5). Di luar Jalan, Pintu, dan Kunci, kita tidak dapat berbuat apa-apa. Roh Kristus berbicara: "Aku datang segera. Peganglah apa yang ada padamu, supaya tidak seorang pun mengambil mahkotamu." (Wahyu 3:11).
Apakah yang engkau pegang? Harta Sion, harta dunia, atau kedua-duanya sekaligus! Harta dunia tidak disangkal sangat penting, meskipun hanya untuk kehidupan sementara sewaktu dibalut tubuh daging. Namun, kehidupan kekal abadi menuntut kita untuk memegang 'Harta Sion.' Yesaya menyingkapkan: "Masa keamanan akan tiba bagimu; kekayaan yang menyelamatkan ialah hikmat dan pengetahuan; takut akan TUHAN, itulah harta benda Sion." (Yesaya 33:6). Bagaimana kau memegang harta itu? Kita memegangnya dengan kerendahan roh (lowly in spirit), mengakui betapa roh kita tidak memiliki napas kehidupan kekal sekiranya tanpa Kristus. Pengakuan yang tidak putus-putus itu adalah manifestasi perbuatan untuk menjadi ranting pada Pokok yang benar. Yesus bersabda: "Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada." (Matius 6:21).
Sebagaimana ranting tidak berdaya untuk hidup sendiri tanpa melekat pada pokoknya, demikian pulalah rancangan (design) roh kita yang memerlukan ketergantungan pada ketujuh lapis Roh Tuhan. Karena roh kita berasal dari 'biji benih roh' Adam yang terluka, dan kita senantiasa menambah luka-lukanya setiap hari, kita tidak henti-hentinya memerlukan kesetiaan pengampunan Kristus. Sebagaimana daging memerlukan makanan dan minuman untuk terus hidup, demikian pulalah ranting itu harus terus bergantung penuh pada pokoknya untuk hidup. Karena Kristus berfirman: "... sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa." (Yoh. 15:5). "... dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh." (Yesaya 53:5).
Jika esok hari kita masih membuat 'luka-luka' hidup, maka berharaplah dan bersandarlah pada 'nama' Tuhan, yaitu 'kesetiaan' Kristus. Janganlah berpaut pada kekuatan diri sendiri, yaitu kapasitas intelek manusiawi dalam mengarungi perjalanan iman. Kita diterima oleh Roh Allah Bapa karena 'kesetiaan' Kristus, biarpun kita ternyata tidak setia! 'Siang dan malam tak henti-hentinya' kesetiaan Kristus! Hanya Kristus saja yang 100% setia menggenapi dan menyempurnakan Firman! Maka, berpautlah pada sifat 'kesetiaan' Kristus yang memberikan kemenangan atas dosa-dosa, karena nama-Nya adalah "Yang Setia dan Adil." Janganlah mengusahakan kesetiaanmu menurut kekuatan kapasitas intelek, sehingga raut wajah menjadi 'sangat serius', seperti buah pepaya yang lonjong! Selagi roh berbicara bahwa pergantian siang dan malam belum berhenti, yaitu 'misi' Tuhan masih berbunyi: "Siang dan malam tak henti-henti," maka kesetiaan Domba Allah tidak akan berhenti menghapus dosa-dosa! Hanya setelah siang menjadi "tanpa siang" dan malam menjadi "tanpa malam", maka kesetiaan Domba Allah yang menghapus dosa-dosa dunia akan ditutup! Pintu Domba Allah akan ditutup oleh 'nama' Tuhan: Hakim. Namun, jikalau kita memiliki 'roh' Pengertian, maka Hakim juga masih memiliki sifat-sifat roh yang 'sama' dengan 'roh' Domba Allah, walaupun 'tanda-tanda' kehadiran bagi kedua 'misi' Tuhan itu dapat dibedakan.
Jika roh kita selamat sampai ke surga, maka itu adalah anugerah Tuhan, dan hal itu bukanlah hasil usaha kita. Harta Sion, yaitu "sevenfold Spirit of Menorah", adalah karunia "takut akan Tuhan". Ia adalah Roh Kristus. Karena kesetiaan Kristuslah, kita dapat mempersembahkan korban syukur siang dan malam. Jika keselamatan bergantung pada kesetiaan kita, maka sudah tentu akan sangat sulit untuk selamat, mahupun untuk mengucap syukur! Keselamatan dianugerahkan karena kasih setia Kristus dan 'nama' Tuhan yang tidak berubah (Kitab Keluaran 34:6).
Kita selamat karena Firman tidak gagal dalam kesetiaan-Nya. Bukankah nama-Nya adalah "Firman Allah" dan "Firman" itu adalah "Yang Setia dan Yang Benar" (1 Yoh. 1:9; Wahyu 19:13; Why. 19:11). Kita dianjurkan untuk mengasihi sesama manusia karena itu adalah perintah kasih. Jika kita mengasihi, maka kita adalah sahabat-sahabat Yesus. "9 Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasih-Ku itu. 10 Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya. 12 Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu. 14 Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperitahkan kepadamu." (Yoh. 15:9-10, 12, 14). Rasul Paulus bersaksi bahwa sebelum iman itu datang, kita berada di bawah pengawalan hukum Taurat dan dikurung sampai iman itu dinyatakan. Jadi, hukum Taurat adalah penuntun bagi kita sampai Kristus datang, supaya kita dibenarkan karena iman (Galatia 3:23-24). Paulus melihat bahwa seluruh hukum Taurat tercakup dalam satu firman ini, yaitu "kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri" (Galatia 5:14). Hukum kelima hingga kesepuluh dalam Ten Commandments (Sepuluh Perintah Allah) sebenarnya menyingkapkan pesan perihal "mengasihi sesama manusia". Bila kita gagal menurutinya (Dua Hukum Kasih), maka kita perlu percaya 100% kepada "kesetiaan" Kristus dan mengakui dosa-dosa kepada Domba Allah. Karena kesetiaan kasih Kristus yang jelas dinyatakan oleh karya-Nya yang sempurna dan setia sebagai "Domba Allah yang menghapus dosa-dosa dunia", kita dapat mempersembahkan korban syukur selama siang dan malam tak henti-henti masih berlanjut, sehinggalah pergantian "siang dan malam" itu akan berhenti... kelak pada Matius 24:29 atau Zakharia 14:5, 6 & 7. Apabila pergantian siang dan malam berhenti, maka barulah kita meneruskan dalam menyeru "nama" Tuhan yang Immutable (sifat-sifat roh Ilahi yang tidak berubah), sebagaimana yang diajarkan oleh Roh Pengertian dalam Kitab Keluaran 34:5-7.
Oleh karena itu, "... apa yang ada padamu, peganglah itu sampai Aku datang." (Why. 2:25). "Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, apa pun juga yang ada padanya akan diambil daripadanya." (Mat. 13:12). Maka, jadilah "ranting yang benar" pada Pokok Anggur yang benar supaya kamu dapat memegang "apa yang diberikan kepadamu"!
Tiada ulasan:
Catat Ulasan