Menunjukkan catatan yang diisih mengikut kaitan pertanyaan typology. Isih mengikut tarikh Tunjukkan semua catatan
Menunjukkan catatan yang diisih mengikut kaitan pertanyaan typology. Isih mengikut tarikh Tunjukkan semua catatan

Jumaat, 8 September 2023

The Way, The Gate, The Key & The Garment

 

     Jika seseorang berurusan dengan realiti alam Roh Tuhan, pencipta langit dan bumi, ia akan diajar oleh Roh Tuhan sendiri agar dapat berkomunikasi dengan alam Roh Tuhan. Tuhan itu Roh. Kita memerlukan ‘jalan’ roh untuk dapat berkomunikasi dengan Roh Tuhan. Justeru itu, curahan Roh Kudus seperti yang dijanjikan oleh Tuhan dalam tulisan nubuat nabi-nabi dalam kitab-kitab suci adalah menjawab kepada soalan tentang kehendak Tuhan untuk berkomunikasi dengan umat manusia! Manusia laki-laki memerlukan komplemen jantinanya iaitu perempuan sebagai, the helper, supaya zuriat daging manusia tidak pupus ataupun supaya manusia daging tidak akan jadi helpless. Roh manusia pula memerlukan, the Helper, Roh Kudus, supaya roh manusia itu mempunyai Roh Penolong atau mempunyai kekuatan rohaniah untuk percaya kepada kebenaran Tuhan dan akhirnya agar roh kita ‘berbuah’ (Galatia 5: 22-23).

    Tuhan itu roh (Yohanes 4: 24) dan ia Suci. Semarak Kesucian rohNya menghanguskan roh-roh manusia yang berdosa; His holiness is the consuming fire! So, we do not invoke his name, if we do not know the Way in dealing with the presence of the holy consuming fire, otherwise we are consumed and would be ended up dead, sick or else, he purposely remained, as if he himself had had ignored us all these whiles. He had purposely positioned himself, as if he was not interested in human affairs, but the truth is that he was " in all things God works for the good of those who love him, who have been called according to his purpose." (Romans 8: 28). He does not descend on us whenever we invoke His presence because we lack the knowledge of God. He said: "my people are destroyed from lack of knowledge. " Because you have rejected knowledge, I also reject you as my priests; because you have ignored the law of your God, i also will ignore your children. (Hosea 4: 6).

Exodus 33: 17-23

17 the lord said to Moses, “I will do the very thing that you have asked; for you have found favor in my sight, and I know you by name.” 18 Moses said, “show me your glory, I pray.” 19 and he said, “I will make all my goodness pass before you, and will proclaim (God’s spell of His graciousness) before you the name, ‘the lord; and I will be gracious to whom I will be gracious, and will show mercy on whom I will show mercy. 20 but,” he said, “you cannot see my face; for no one shall see me and live.” 21 and the lord continued, “see, there is a place (ada kiasan Yeshua iaitu “lekuk batu” untuk 'rest'~ ada perdamaian) by me where you shall stand on the rock; 22 and while my glory passes by I will put you in a cleft (diperdamaikan) of the rock, and I will cover (dressing ~ pakaian kudus & pakaian kebenaran ~ menutupi ketelanjangan)  you with my hand until I have passed by; 23 then I will take away my hand, and you shall see my back; but my face shall not be seen.”

    Seperti nabi Moses, dasar untuk mendapatkan Kasih Karunia ialah Firman Tuhan sendiri yang ia firmankan kepada Nabi Moses. Yeshua Kristus adalah dasar Kasih Karunia, kerana yeshua adalah Firman Allah, kerana namanya adalah Firman Allah (Yesaya 28: 16; Yohannes 1: 1; Wahyu 19: 13 b).

....sebab itu beginilah Firman Tuhan Allah: "sesungguhnya, aku meletakkan sebagai dasar di sion (Umat Tuhan Perjanjian Baru~ gereja) sebuah batu (gunung batu keselamatan~ our mountain rock of salvation~our rock of our salvation,  tempat kita selamat, tempat kita, diperdamaikan, ada lekuk batu ditemukan di sana, secara typology, menemukan perdamaian yang diberikan oleh Raja Damai~ damai sejahtera ku berikan kepada mu ), batu yang teruji (without flaws and defects~ perfect~"murni" - semporna, 7 kali dalam perapian api), sebuah batu penjuru yang mahal (Anak Tuhan yang Mahatinggi~anak sulung yang terutama dari segala ciptaan, biji benih dari segala ciptaan), suatu dasar yang teguh (trustworthy): siapa yang percaya, tidak akan gelisah (gelisah itu artinya 'restlessness. Antonim restlessness ialah "rested" ~ dikenan oleh Roh Tuhan , diberi Kasih Karunia!  Yesaya 28: 16

    Kita sama seperti nabi Moses yang diberikan Kasih Karunia berdasarkan kepada Firman Allah, iaitu Yeshua Kristus. Dialah yang tersembunyi dalam setiap Taurat. The wonderful things of the laws, rahasianya ialah Yeshua Kristus, the sevenfold spirit of Christ dan wonderworks yang ia telah buat kepada sion perjanjian lama dan sion perjanjian baru.  Orang-orang suci bertungkus lumus mengkaji kitab-kitab suci yang ditulis oleh nabi-nabi, siang malam mereka mengkaji kitab-kitab suci, dengan harapan mereka menemukan mutiara, ataupun 'gem' yang boleh diandalkan sebagai dasar kebahagiaan kehidupan di dunia, dan sebenarnya mutiara yang mahal itu, iaitu The Fear of The Lord (Job 28: 28; Isaiah 33: 6; Amsal 9: 10; Amsal 14: 27) ada pada Roh Kristus! Mutiara itu sebenarnya ada pada roh Yeshua Kristus. Lukas 24: 44. Dialah Rahasia Sorga dan rahasia ciptaan! Kebanyakan manusia hanya melihat kemanusiaannya. Mereka tidak melihat divinity kristus !

     Karunia atau kunci itu sendiri adalah menuju kepada harta karun sion, iaitu hikmat. Kelak, kita kenal bahawa hikmat itu ialah Yeshua Kristus kerana di dalam dialah tersembunyi segala hikmat, pengertian dan pengetahuan. Wajah Yeshua Kristus sebenarnya tersembunyi sebagai kiasan atau bayangan (typology) dalam setiap Taurat Tuhan: dan inilah yang dimaksudkan sebagai the wonderful things of the laws: hidden Christ.  

   Selepas Adam dan Eve diusir dari Eden, pintu Eden iaitu pintu realiti keberadaan Roh Tuhan telah tertutup dan dijagai oleh malaikat kerub -Archangel Ohri-El . Sejak itu realiti Tuhan semakin pudar dan hilang dari penanggapan kognitif dan pengertian rohaniah manusia  keturunan adam. Kehilangan pintu itu telah depriving manusia dari keyakinan akan berkat ilahi, iaitu pengampunan dosa-dosa. Namun, Tuhan telah membuka pintu hadiratnya  di bumi dan hadirat roh Tuhan itu dipanggil 'Rumah Tuhan' , "Yeshua menyebutnya sebagai kamar yang terdalam (the deeper chamber atau the deep of man berhubungan dengan the deep of God), atau Patriarch Yakub pernah menemukannya,  sebagai hadirat roh Tuhan dalam kitab suci Kejadian 28, dan Yakub menamakan  hadirat Roh Ehyeh Asher Ehyeh  itu sebagai, Beth-El (rumah Tuhan/kamar), sebelumnya lokasi itu dinamai tanah Luz, dan ia dalam perjalanan ke Padan Aram untuk mencari jodoh di tempat pamannya. Sampai sekarang, tempat ia menemukan Roh Tuhan, Yahweh, itu menjadi nama kepada tempat itu, iaitu pekan Bethel.

     Rumah Tuhan dalam Kitab Suci Taurat, dan dalam kisah-kisah Patriarchs dan nabi-nabi dalam Kitab-Kitab Suci Perjanjian Lama,  itu sebenarnya ada Pintu, namun ia tidak dibicarakan terang-terangan, sebab, ia hanya tersingkap, apabila roh kudus/roh Kristus menjamah pengertian kita dan akal budi kita! Beth-El cuma salah satu contoh hadirat roh Tuhan di bumi yang telah dialami atau ditemui oleh Patriarch Jacob. Jacob sebenarnya telah menemui tipologi Kristus (typology of Christ), namun pengertiannya terbatas ketika itu, sebab sangkaannya, Tuhan YHVH itu telah memilih tempat meletakkan kepalanya di atas sejenis batu untuk tidur, lalu di situlah muncul, seperti pintu roh atau portal antar dimensi alam rohaniah, iaitu realiti Tuhan yang dapat dilihat dari portal di bumi itu. Fikirnya, pintu roh Tuhan ada di situ..., ia seolah-olah stationary di tanah Luz.  Sebab itu Jacob mendirikan batu itu (erected that monolithic pillar stone) sebagai designated spot/location, kepada portal of the interdimensional realities, lalu dia mengurapi pintu itu, tanpa ia menyedari bahawa sebenarnya, tindakannya menuangkan minyak pada batu tempat ia tidur itu adalah suatu nubuat typology yang merujuk kepada  pintu Roh Tuhan Bapa di bumi yang sebenar, iaitu peribadi Yeshua Kristus yang senantiasa diurapi (Kristus), --iaitu peribadi Yeshua Kristus Almasih. Lebih 2, 000 tahun kemudian Yeshua Almasih muncul di bumi dan, Yesus bersabda kepada murid-muridNya : "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya akulah pintu ke domba-domba itu."

9 "Akulah Pintu; barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat dan ia akan masuk dan keluar dan menemukan padang rumput." Yohanes 10: 9

 

Kejadian 28: 11-19.

11 ia sampai di 'suatu tempat' ('there is a place' ~ maw o' mah'), dan 'bermalam' ("rest" ~ kita belajar bagaimana kita diperdamaikan dengan Tuhan) di situ, karena matahari telah terbenam (gelap gulita, hilang haluan, lautan lepas, directionless~ biasanya kita minta Tuhan supaya, kita mati atau roh kita diambil). Ia mengambil sebuah batu yang terletak di tempat itu dan dipakainya sebagai alas kepala, lalu membaringkan dirinya di tempat itu. 12 maka bermimpilah ia, di bumi ada didirikan sebuah tangga yang ujungnya sampai di langit, dan tampaklah malaikat-malaikat Allah turun naik di tangga itu. 13 berdirilah Tuhan di sampingnya dan berfirman: "akulah Tuhan, Allah abraham, nenekmu, dan Allah ishak; tanah tempat engkau berbaring ini akan kuberikan kepadamu dan kepada keturunanmu. 14 keturunanmu akan menjadi seperti debu tanah banyaknya, dan engkau akan mengembang ke sebelah timur, barat, utara dan selatan, dan olehmu (the seed) serta keturunanmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat. 15 sesungguhnya aku menyertai engkau dan aku akan melindungi engkau, ke manapun engkau pergi, dan aku akan membawa engkau kembali ke negeri ini, sebab aku tidak akan meninggalkan engkau, melainkan tetap melakukan apa yang kujanjikan kepadamu." 16  ketika Yakub bangun dari tidurnya, berkatalah ia: "sesungguhnya Tuhan ada di tempat ini, dan aku tidak mengetahuinya." 17 ia takut dan berkata: "alangkah dahsyatnya tempat ini. Ini tidak lain dari rumah Allah, ini pintu gerbang sorga." 18  keesokan harinya pagi-pagi yakub mengambil batu yang dipakainya sebagai alas kepala dan mendirikan itu menjadi tugu, dan menuang minyak ke atasnya. 19 ia menamai tempat itu Beth-El; dahulu nama kota itu Lus.

 Yohanes 1: 49-51

49 kata Nathaniel kepada-nya: "Rabbi, engkau anak Allah, engkau raja orang Israel!"

50 Yesus menjawab, kata-nya: "karena aku berkata kepadamu: aku melihat engkau di bawah pohon ara, maka engkau percaya? Engkau akan melihat hal-hal yang lebih besar dari pada itu." 51  lalu kata Yesus kepadanya: "aku berkata kepadamu, sesungguhnya engkau akan melihat langit terbuka (sorga terbuka) dan malaikat- malaikat Allah turun naik kepada Anak Manusia (~ kerana anak manusia ialah pintu gerbang sorga)."


MENYEMBAH TUHAN DI DALAM ROH DAN KEBENARAN


24 God Is Spirit, and those who worship him must worship in Spirit And Truth.”(John 4: 24)

6 but whenever you pray, go into your room and shut the door and pray to your Father who is in secret, and your father who sees in secret will reward you (Matthew 6: 6).

Romans 8:15

For you did not receive a spirit of slavery to fall back into fear, but you have received a spirit of adoption. When we cry, "Abba! Father!”

Galatians 4:6

And because you are children, God has sent the spirit of his son into our hearts, crying, “Abba! Father!”

     Urusan menyembah Roh Tuhan mestilah masuk Beth-El /kamar. Kita akan berkomunikasi dengan roh Tuhan (Beth-el), apabila kita menjadi anak-anak yang ditebus, kita menjadi temple of the holy ghost atau dapat berdoa atau berkomunikasi! Dahulunya, hanya imam besar, harun,  di balik tabir yang maha kudus sahaja yang dapat berkomunikasi dengan Tuhan YHVH, namun dalam Perjanjian Baru, semua orang percaya boleh berlari menuju yang maha kudus lalu berdoa kepada Tuhan " Doa Bapa Kami."


1 Corinthians 6:19-20

Or do you not know that your body is a temple of the holy spirit within you, which you have from God, and that you are not your own? For you were bought with a price; therefore, glorify God in your body.

19 or do you not know that your body is a temple of the holy spirit within you, which you have from God, and that you are not your own? 20 for you were bought with a price; therefore, glorify God in your body (1 Corinthians 6; 19-20).

 

14  semua orang, yang dipimpin roh Allah, adalah Anak Allah. 15 sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima roh yang menjadikan kamu Anak Allah. Oleh roh itu kita berseru: "Ya Abba, Ya Bapa!" 16 roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah. 17  dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan dia.18 sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita (Roma 8: 14-18).


26 likewise the spirit helps us in our weakness, for we do not know how to pray as we ought, but that very spirit intercedes with groanings too deep for words. 27 and God, who searches hearts, knows what is the mind of the spirit, because the spirit intercedes for the saints according to the will of God (Romans 8: 26-27).

 

14 if I sinned, you would be watching me and would not let my offense go unpunished. (1996 ad). 15 if I am guilty—woe to me!  even if I am innocent, I cannot lift my head, For I am full of shame and drowned in[a] my affliction (wounds). 16 if I hold my head high, you stalk me like a lion and again display your awesome power against me. (Job 10: 14-16/Romans 8:28).

...21 dan Tuhan Allah membuat pakaian dari kulit binatang untuk manusia dan untuk isterinya itu, lalu mengenakannya kepada mereka. (tb Kejadian 3:21)

    Apakah maksud pengajaran tentang realiti rohaniah sebenar atau tipologi Kristus bagi ayat 21 dalam Kejadian 3: 21, di mana Tuhan telah membuat 'pakaian' kepada manusia 'telanjang' (berdosa) dengan mencurahkan darah binatang lalu mengenakan 'pakaian' untuk menutupi ketelanjangan mereka?  Manusia itu telah berusaha menganyam daun pohon Ara untuk menutupi ketelanjangan tubuhnya, (Kejadian 3: 7), namun usaha manusia itu ataupun pengorbanan manusia itu TIDAK dapat menyembuhkan 'luka-luka'  pada tubuh roh ataupun dosa-dosa (ketelanjangan rohaniah). Korban Tuhanlah yang dapat menutupi ketelanjangan tubuh rohaniah manusia (Kejadian 3: 21), agar dapat tahan berdiri di depan hadirat Tuhan! 

     There must be divine sacrifice in endowing unconditional love to the creations. It was better understood by human comprehension through the ritual prayer of an animal sacrifice on the altar. Human understanding must be taught with wholistic knowledge i.e. spirit and soul together, so that they could see the mystery of the truth of God i.e. Christ Jesus.

However, there is no blood in heaven, therefore, the altar in heaven doesn't have any blood, but only the live coals of fire on the altar as in the vision of prophet Isaiah in Isaiah 6: 6. It was the prophetic will of God in Christ. It was Christ in the vision of heaven. Christ's atoning power executed by the seraphs/angels of God on earth. On earth, the altar needed the blood shedding for the executions of blood covenants between God and mankind. There must be blood shedding first as according to the will or word of God, even in Eden  in order to endow Adam and eve's redemption and salvation, in so much so, that they would regain the lost spiritual coverings which once they enjoyed in Eden; the losses were the garment of righteousness and the holy mantles. Therefore, when they received back the lost mantles, they were able to stand in the presence of the consuming holiness of the almighty God. And yet they were forbidden to stay in Eden, lest they ate the fruit of the tree of life and live forever. In order for the word of God to be true, they must be driven out of Eden, so that his word concerning death in eating the fruit of the tree of knowledge was, indeed, true otherwise he would be the God of lies; for he hath said before "you shall surely die." they couldn't die if they continually had access to the tree of life, they must be driven out of Eden to earth, so that God's word concerning death is always true!

 

20 lagi firman-nya: “Engkau tidak tahan memandang wajah-ku, sebab tidak ada orang yang memandang aku dapat hidup.”(kejadian 33: 20).

Manusia berdosa adalah disebut sebagai 'telanjang' dalam bahasa Roh Tuhan. Maka, diberikannya mereka pakaian untuk menutupi ketelajangan mereka. Ketelanjangan itu bermaksud kondisi roh manusia yang tidak dibaluti dengan segala 'kebaikan Tuhan' lantas tidak bertahan untuk mengadap hadirat Tuhan yang semarak MahasuciNya yang menghanguskan. Manusia perlu dibaluti dengan pakaian kudus (holy mantle) dan pakaian benar (righteous garment), supaya manusia itu dapat tahan berdiri di hadapan Tuhan ! Sebenarnya, penganugerahan pakaian atau 'diberikan pakaian' oleh Tuhan adalah juga bermaksud sebagai  diberikan pengampunan dosa-dosa atau kesembuhan luka-luka oleh Tuhan Ilahi.

19 tetapi firman-nya: “aku akan melewatkan segenap kegemilanganku dari depanmu dan menyerukan 'nama' Tuhan di depanmu: aku akan memberi Kasih Karunia kepada siapa yang kuberi Kasih Karunia dan mengasihani siapa yang kukasihani.” 20 lagi firman-nya: "engkau tidak tahan memandang wajahku, sebab tidak ada orang yang memandang aku dapat hidup.” 21 berfirmanlah Tuhan: "ada suatu tempat dekat-ku, di mana engkau dapat berdiri di atas gunung batu; 22 apabila kemuliaanku lewat, maka aku akan menempatkan engkau dalam lekuk gunung itu dan aku akan menudungi engkau dengan tanganku, sampai aku berjalan lewat. 23 kemudian aku akan menarik tanganku dan engkau akan melihat belakangku, tetapi wajahku tidak akan kelihatan.”(Keluaran 33:19-23)

4 ia harus mengenakan kemeja lenan yang kudus, dan ia harus menutupi auratnya dengan celana lenan dan ia harus memakai ikat pinggang lenan dan berlilitkan serban lenan; itulah pakaian kudus yang harus dikenakannya, sesudah ia membasuh tubuhnya dengan air. (tb Imamat 16:4)

Khamis, 26 Mac 2026

Luka-luka pada tubuh roh manusia dan pakaian rohaniah ...

 

Sebelum memakan buah pohon terlarang, Adam hidup tanpa sebarang kebimbangan dan takut. Sejurus setelah memakan buah Pohon terlarang (the forbidden fruits of the tree of Knowledge) itu, mereka mendengar bunyi-bunyi Tuhan, seolah-olah (Dia-Roh Tuhan) sedang berjalan di Taman, dan di dalam keadaan khuatir, Adam dan Eve, disergah dengan fikiran hukuman Kekudusan Tuhan Yang Menghanguskan, bahawasanya Roh Tuhan akan ‘menghangusi’ atau menghukum mereka, apabila mereka ditemukan kelak. Lalu mereka bersembunyi di balik pohon-pohon. Tuhan sebenarnya omniscience (Maha mengetahui), dan justeru itu, Dia mengetahui di mana sahaja lokasi mereka berada, namun Ia sengaja memanggil-manggil ‘nama’ mereka, seolah-olah Tuhan itu, seperti manusia, dan seolah-olah Ia tidak mengetahui keberadaan mereka yang telah bersembunyi di balik pohon-pohon kayu. Kenapa Roh Tuhan bereaksi seperti 'manusiawi' dengan "...langkah Tuhan Allah, yang berjalan-jalan dalam taman itu pada waktu sejuk,..." (Kejadian 3: ayat 8).

Hakikatnya, Roh Tuhan maha-mengetahui ‘di mana’ sahaja lokasi kita berada, malah ia senantiasa dapat mengetahui status keberadaan semua manusia.  Namun, bukan itu persoalan yang cuba disampaikan oleh Kitab Kejadian 4.  Dalam ayat ke-8, dicatatkan bahawa "ketika mereka mendengar bunyi langkah Tuhan Allah, yang berjalan-jalan dalam taman itu pada waktu hari sejuk, bersembunyilah manusia dan isterinya itu terhadap Tuhan Allah di antara pohon-pohon dalam Taman." Kita semua tahu bahawa Roh Sang Pencipta di Taman Eden itu, bukanlah mahluk yang ditanggapi sama seperti fizikal manusia, namun kenapa pula ia 'berjalan' dengan bunyi langkah manusiawi? Nah, ...kerana ayat tersebut tidak ditafsir secara harafiah; maksud spiritual ayat tersebut hanyalah memberitahu kita secara tipologi.  Roh Bapa Segala Roh senantiasa sudi untuk turut ‘berjalan’ bersama-sama dengan manusia, meskipun moyang pertama manusia itu telah jatuh ke dalam kuasa takluk dosa!  Tuhan  mengeluarkan ‘bunyi-bunyi,’ seperti langkah manusia, kerana itu bermaksud, bahawa Tuhan demi namaNya, Kasih Setia, tidak akan meninggalkan manusia itu sendirian menghadapi masalah 'sengat maut' (dosa), malah ia telah datang mencari mereka dengan bersuara, "Dimanakah engkau?

Tuhan memperlihatkan sisi kemanusiaan dari KeilahianNya dalam 'proses komunikasi' dengan orang percaya, "Deep calls deep [the deep of God communicates with the deep of a man]" Psalm 42:7, atau ketika Ia bergaul karib dengan manusia, kerana  hanya dengan demikianlah manusia yang bersifat 'daging' dapat menanggapi dan dapat mengerti komunikasi Roh Tuhan. Revelation Tuhan tidak akan menjadi Sempurna jika sekiranya tiada kemanusiaan Tuhan. The perfect revelation of the Spirit of God must include the incarnation of the Word; this explains the coming of the prophesied and promised Messiah: the Lord Jesus Christ.  

Justeru, langkah-langkah Roh Tuhan di Eden, seperti bunyi langkah manusia itu adalah sebenarnya adalah pernyataan typology Kristus yang menjelaskan kerelaan di pihak Tuhan untuk sudi bersama-sama dengan umat manusia berdosa! Dia sengaja buat begitu, demi pernyataan kesempurnaan komunikasi Roh Tuhan yang mencakupi alam rohaniah dan juga alam kognitif intelek manusia. Dan,  sehingga kini, Tuhan masih sudi berjalan bersama-sama ditengah-tengah kita, dan memanggil-manggil nama kita,    seolah-olah ‘berjalan’ melangkah bersama-sama manusia, meskipun manusia itu dalam keadaan yang senantiasa ‘terluka’ atau sentiasa terpuruk dalam kuasa berdosa. Ia, dari semula, iaitu sejak pada hari Sabbathical Rest (hari ke-tujuh dalam Creations), telahpun menetapkan dan menganugerahkan ‘the Way’ kepada kita, supaya kita, sebagai manusia yang telah jatuh ke dalam takluk kuasa dosa, dapat ‘berjalan’ semula bersama-sama denganNya, dan menjadi the followers of the Way. Kelak Yesus datang dan berkata, “Akulah Jalan...” Yoh.14: 6.  Kita perlu memiliki the fear of the Lord supaya kita dapat melihat betapa sudinya dan relanya Tuhan itu untuk berjalan dengan manusia berdosa; Yesus pernah bersabda bahawa "Di luar Aku, kamu tidak dapat berbuat apa-apa" (Yohanes 15: 5).

Biarpun manusia itu sebenarnya ‘selalu berdosa,’ namun Tuhan menurut ‘kerelaanNya’ sudi untuk ‘berjalan’ bersama-sama dengan umat manusia keturunan Adam yang takluk kepada kuasa sengat maut. Meskipun manusia pertama itu telah jatuh ke dalam takluk kekuasaan ‘dosa/luka-luka tubuh roh,’ namun Ia masih sudi bergerak berjalan menuju ke arah Adam, seolah-olah, seperti ‘manusia’ yang berjalan di taman Eden untuk menganugerahkan ‘pakaian’ menutupi ketelanjangan, dan juga untuk  tujuan ‘penyembuhan luka’, “21 dan Tuhan Allah membuat pakaian dari kulit Binatang untuk manusia dan isterinya itu, lalu mengenakannya kepada mereka”  Kejadian 3: 21.  Kendatipun,  keturunan manusia pertama itu tidak dapat lagi 'berjalan' bersama-sama dengan Tuhan di Taman Eden, namun hakikatnya, Tuhan telahpun mengujudkan 'The Way' di bumi, iaitu penggenapan kepada ajaran Sabbathical Rest: 'Firman' telah menjadi Anak Manusia. 

Dari semula, Tuhan telah mengajarkan bahawa dressing atau pembalut luka-luka pada tubuh rohaniah manusia, mestilah senantiasa menuruti Firman Allah, supaya ‘luka-luka’ pada tubuh rohaniah manusia dapat disembuhkan! Jika dressing itu adalah dari ‘usaha’ kepandaian intelek manusiawi sendiri, maka sudah pasti ‘luka-luka pada ‘tubuh rohaniah’ tidak akan sembuh. Malah, usaha dressing dengan segala sumber kepandaian manusiawi untuk penyembuhan akan menjadi kesia-siaan belaka. Pemberitaan dalam Kitab Suci Kejadian mengenai dengan alkisah Adam dan Eve yang pernah "menyemat pakaian dari daun-daun pohon ara" untuk ‘menutupiketelanjangan mereka, adalah suatu typology1 klasik,  perihal kesembuhan oleh Kuasa Kristus. Pakaian Kudus yang dikenakan pada orang percaya haruslah dari pihak Allah sendiri untuk menutupi kesalahan/dosa-dosa; ‘dressing’ kepada  luka-luka tubuh rohaniah mestilah menggenapi Firman Allah supaya kesembuhan luka-luka tubuh roh dapat memberikan harapan 'kebangkitan' dari kuburan orang mati atau seringkasnya disebut ‘Keselamatan’ tubuh rohaniah. 

Tubuh rohaniah tanpa kuasa penyembuhan luka-luka rohaniah akan menuju kepada kebinasaan; dan neraka adalah polaritas kehidupan Sorga!  Kuasa kebangkitan Yeshua diperlukan untuk membangkitkan tubuh rohaniah kita di kuburan orang mati; nabi Jonah adalah Typology tentang kuasa kebangkitan Kristus yang dianugerahkan kepada Jonah yang sudah tiga hari dan tiga malam diperut ikan. Dari kebinasaan kepada kehidupan orang  hidup.  Kuasa kebangkitan Yeshua adalah sebenarnya kuasa kesembuhan Ilahi yang menganugerahkan kesembuhan total kepada luka-luka pada tubuh rohaniah manusia. Namun, ‘dressing’ dari usaha manusiawi sendiri tidak akan dapat menyembuhkan luka-luka pada tubuh rohaniah kita, sebagaimana peristiwa catatan Kitab Kejadian, di mana ‘daun-daun pohon ara’ itu tidak mampu untuk menjadi dressings kepada kesembuhan ‘luka-luka’ tubuh roh Adam dan Eve; neither human strivings nor human intellectual capacities are able to provide spiritual dressings/coverings for the nakedness of the wounded spirits of the mortal men. Iman Penyembuhan (faith healing) mestilah senantiasa berdasarkan dan terfokus kepada Firman Allah! Justeru itu, sang Pemazmur dalam Mazmur 107: 20 bernyanyi, “…disampaikan-Nya firman-Nya dan disembuhkanNya mereka, dan diluputkanNya mereka dari liang kubur.”

Penyembuhan luka-luka mestilah ditunjangi selalu oleh Serapah Ilahi iaitu Firman Allah! Akhirnya, dalam pengujudan Perjanjian Baru,  Firman Allah itu telah menjelma menjadi Anak Manusia (Yohanes 1: 14), sehingga Kuasa Perdamaian, Kuasa Penebusan dan Kuasa Penyelamatan yang disaksikan dengan Air, Darah, dan dengan Roh, melalui tulisan dalam Kitab-Kitab Taurat, Kitab Suci para nabi nabi, dan juga Kitab Mazmur telah digenapi dalam ‘satu’ upacara Melkisedek di bumi, iaitu kematian Yesus di atas Altar/ Kayu Salib.  Yesus telah menjadi Jalan Perdamaian, Jalan Pengampunan dosa-dosa/Penebusan, dan Jalan Keselamatan/Jalan Kesembuhan luka-luka, sesuai dengan pengakuanNya pada Yohanes 14: 6, "Akulah Jalan…” 

Hairan Sekali! Kenapa Roh Tuhan tidak memberikan pakaian yang diperbuat dari kain kapas (cotton) atau dari kain sutera kepada Adam dan isterinya? Bukankah dressing kain kapas atau silk itu lebih bersih dari kulit binatang ? Namun, yang pasti pakaian, dari kulit binatang, sebenarnya, membawa maksud rohaniah yang dalam, bahawasanya penyembuhan ‘luka-luka pada tubuh roh’ kita, memerlukan dressing dari Serapah Ilahi (‘Firman’) yang melibatkan curahan ‘darah’ altar Janji Perdamaian oleh sifatNya yang disebut the Great Mercy of Yahweh. Frasa “Kulit Binatang” itu sendiri menyembunyikan kebenaran mengenai Messianic Redemption yang akhirnya akan dapat menyelesaikan dosa-dosa umat manusia atau seringkasnya ‘menebus’ dosa-dosa manusia!

Justeru itulah, ia menjelaskan kenapa Tuhan mengenakan pakaian yang diperbuat dari kulit binatang kepada Adam dan Eve. Sekalipun Tuhan sebenarnya telah ‘menyelesaikan pekerjaanNya,’  sejak dunia dijadikan, kerana ada tertulis, "Demikianlah diselesaikan langit dan bumi dan segala isinya. Ketika Allah pada hari ketujuh telah menyelesaikan pekerjaan yang dibuat-Nya itu, berhentilah Ia pada hari ketujuh dari segala pekerjaan yang telah dibuat-Nya itu. Lalu Allah memberkati hari ketujuh itu dan menguduskannya, karena pada hari itulah Ia berhenti dari segala pekerjaan penciptaan yang telah dibuat-Nya itu.” (TB Kej 2:1-3). Frasa nubuat ‘menyelesaikan pekerjaanNya,’ sebenarnya merujuk kepada Upacara Serapah altar Ilahi tentang namaNya di atas Altar di Sorga yang diupacarakan oleh Imam-Raja Melkisedek.  Altar di bumi haruslah digenapi atau disempurnakan seperti altar Sabbath di Sorga.  Altar Sabbath (Paskah) di bumi menuntut darah Sin Offering/Guilt Offering, kerana dari semula Air, Darah dan Roh telah ditentukan/ditakdirkan sebagai tiga (3) Saksi Kebenaran tentang  Perdamaian, Penebusan dan Keselamatan di bumi, dan ketiga itu adalah Satu: Kristus ! 

Pada hari itulah ia ‘berhenti’ pada hari Sabbath; Ia telah mengupacara namaNya, the Great Mercy of Yahweh (namaNya Kasih Setia), bagi persediaan untuk tujuan penyelamatan umat manusia sejagat, jika sekiranya umat manusia itu kelak akan jatuh.  Ia ‘berhenti’ pada hari Sabbath, bukan kerana Tuhan itu ‘kelelahan,’ kerana Roh Tuhan sebenarnya tidak akan pernah lelah, namun perkataan ‘berhenti,’ menunjuk kepada ‘karya’ atau ‘nama’ Raja Damai yang akan menganugerah ‘perhentian’ atau perdamaian antara Tuhan dan umat manusia kelak, supaya manusia  dapat ‘berhenti’ atau terlepas dari ‘lelah’ dosa-dosa.

Yeshua berkata, “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu (‘lelah’) dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan (‘Rest’) kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan (‘Rest’). Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan.” (Matius 11:28-30). Altar yang ‘SUDAH SELESAI’ diupacara menurut ketentuan Sabbath Rest memberikan ‘REST’ kepada roh manusia yang memelihara hari Sabbath atau mengenali arti hukum Taurat yang ke-empat “Keep the Sabbath.” Mengenepikan ibadah hari Sabbath seringkasnya berarti berhenti percaya kepada namaNya –‘Kasih Setia’/the Unconditional Love of Yahweh.

Akhirnya dalam era pengenapan semua Taurat, pengenapan semua nubuat nabi-nabi dalam kitab-kitab suci para nabi-nabi, dan juga pengenapan semua lirik-lirik dalam Kitab Suci Mazmur, berhubung dengan Penebusan umat manusia, maka Firman Allah benar-benar telah berjalan bergerak ‘bergaul karib,’ dengan umat manusia, sebagai Almasih yang ditunggu-tunggu, ia menjelmakan diriNya, Anak Manusia, Yesus Kristus, Anak Tuhan Yang Mahatinggi—Firman telah menjadi Anak Manusia.

Ia menyempurnakan nubuat Sumpahan Perjanjian Perdamaian (Yesaya 54) yang baharu dengan curahan kesaksian ‘darah’ Domba Paskah Tuhan! Dikatakan bahawa Kebenaran Tuhan mengenai dengan Urusan Perdamaian, Penebusan dan Keselamatan itu menuntut kesaksian, dan kesaksian kebenaran di bumi disaksikan dengan Darah, Air dan Roh, dan ketiganya adalah satu! What is truth? Maka jawapannya ialah Yeshua Kristus, kerana Yesus menggenapi kriteria perihal Kesaksian dengan Air, dengan Darah dan dengan Roh (Lukas 24: 44; 1Yohanes 5: 6-12). Ia pernah berkata kepada mereka [murid-muridNya] : “Inilah perkataan-Ku, yang telah Kukatakan kepadamu ketika Aku masih bersama-sama dengan kamu, yakni bahwa harus digenapi semua yang ada tertulis tentang Aku dalam kitab Taurat Musa dan kitab nabi-nabi dan kitab Mazmur.” (Lukas 24:44)

Dia pernah bersabda di Eden kepada nenek moyang umat manusia: “Dimana engkau?” PertanyaanNya yang berbunyi “…di mana engkau?”… senantiasa mengingatkan kita untuk ‘melihat’ dan ‘mengakui’ penderitaan kita, bahawa-sanya tiada siapapun yang dapat menyembuhkan ‘luka-luka’ pada tubuh rohaniah kita, kecuali oleh karya ‘nama’ Tuhan ‘the Great Mercy of Yahweh.’  ‘Nama’ Bapa itu telah diberikan kepada AnakNya-Yashua Kristos! Hanya seorang sahaja manusia yang pernah wujud di bumi dan telah diberikan ‘nama’ Tuhan Bapa Yahweh, iaitu Yeshua Kristus, kerana dia adalah Tuhan Kristus. “…namaNya ialah Firman Allah” (Wahyu 19:13). Maksudnya, pekerjaan atau karya Kristus Yeshua adalah 100 % Ilahi.

    11 Dan Aku tidak ada lagi di dalam dunia, tetapi mereka masih ada di dalam dunia, dan Aku datang kepada-Mu. Ya Bapa yang kudus, peliharalah mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada Ku, supaya mereka menjadi satu sama seperti Kita. 12 Selama Aku bersama mereka, Aku memelihara mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku; Aku telah menjaga mereka dan tidak ada seorang pun dari mereka yang binasa selain dari pada dia yang telah ditentukan untuk binasa, supaya genaplah yang tertulis dalam Kitab Suci. 26 dan Aku telah memberitahukan nama-Mu kepada mereka dan Aku akan memberitahukannya, supaya kasih yang Engkau berikan kepada-Ku ada di dalam mereka dan Aku di dalam mereka.” (Yohanes 17:11-12, 26)


PENGAJARAN TENTANG ‘NAMA’ TUHAN DAN 'NAMA' MALAIKAT (NETWORKS KEPADA ‘NAMA’ TUHAN)

Inilah rahsia tentang ‘nama’ Tuhan, bahawasanya, setiap ‘nama’ Tuhan sentiasa terhubung dengan networks atau spiritual links dengan ketua malaikat (Archangel) dan juga kepada bawahan ketua malaikat yang berjumlah seribu kali dan beribu-ribu kali para malaikat yang melayani Dia, dan selaksa kali berlaksa-laksa yang berdiri di hadapan-Nya. Justeru itu, kehendak Tuhan bukanlah dilaksanakan oleh Tuhan sendiri, tetapi bersama-sama dengan jumlah networks para malaikat yang gagah perkasa yang sangat banyak (innumerable). “Pujilah Tuhan, hai malaikat-malaikat-Nya, hai pahlawan-pahlawan perkasa yang melaksanakan firman-Nya dengan mendengarkan ‘suara’ firman-Nya.” (TB Mazmur 103: 20). 

‘Suara’ Firman maksudnya bahawa Firman Allah itu hidup dan roh; ia adalah peribadi Roh Allah Pencipta langit dan Bumi dan Bapa kepada segala roh. Urusan percaya kepada 'nama' Tuhan bukanlah sekadar menghafal kitab-kitab suci semata-mata, melainkan berurusan dengan ‘Suara’ Peribadi Roh Tuhan.  Firman yang tertulis pada kulit binatang, batu marble, logam-logam, atau pada kertas-kertas kitab-kitab adalah sebenarnya, usaha manusia untuk menyimpan rekod/maklumat yang diterima dari alam rohaniah. Dan maklumat yang disimpan oleh manusia itu adalah senantiasa tertakluk kepada kelemahan, kecacatan, kemusnahan kerana bencana dan malah isi kandungannya mudah dimanupulasi oleh manusia untuk kepentingan manusia itu sendiri. 

Pastinya, tiada siapapun yang dapat bertahan ketika mendengar ‘Suara’ Roh Tuhan, kecuali kita dibaluti dengan great MercyNya terlebih dahulu; siapakah yang dapat bertahan berdiri dalam hadirat Roh Tuhan dengan SuaraNya sekali? “1 Sungguh, oleh karena itu hatiku berdebar-debar dan melonjak dari tempatnya. 2 Dengar, dengarlah gegap gempita SuaraNya, guruh yang keluar dari dalam mulutNya. 3 Ia melepaskannya ke seluruh kolong langit, dan juga kilat petirNya ke ujung-ujung bumi. 4 kemudian suaraNya menderu, Ia mengguntur dengan SuaraNya yang megah; Ia tidak menahan kilat petir, bila suaraNya kedengaran. 5 Allah mengguntur dengan SuaraNya yang mengagumkan; Ia melakukan perbuatan-perbuatan besar yang tidak tercapai oleh pengetahun kita; (Ayub 37: 1- 5)

 

9 Sementara aku terus melihat, takhta-takhta diletakkan, lalu duduklah Yang Lanjut Usianya; pakaian-Nya putih seperti salju dan rambut-Nya bersih seperti bulu domba; kursi-Nya dari nyala api dengan roda-rodanya dari api yang berkobar-kobar; 10 suatu sungai api timbul dan mengalir dari hadapan-Nya; seribu kali beribu-ribu melayani Dia, dan selaksa kali berlaksa-laksa berdiri di hadapan-Nya. Lalu duduklah Majelis Pengadilan dan dibukalah Kitab-kitab. 13 Aku terus melihat dalam penglihatan malam itu, tampak datang dengan awan-awan dari langit seorang seperti Anak Manusia; datanglah ia kepada Yang Lanjut Usianya itu, dan ia dibawa ke hadapan-Nya. 14 Lalu diberikan kepadanya kekuasaan dan kemuliaan dan kekuasaan sebagai raja, maka orang-orang dari segala bangsa, suku bangsa dan bahasa mengabdi kepadanya. Kekuasaannya ialah kekuasaan yang kekal, yang tidak akan lenyap, dan kerajaannya ialah kerajaan yang tidak akan musnah. (TB Dan 7:9-10,13-14)

5 Karena kepada siapakah di antara malaikat-malaikat itu pernah Ia katakan: “Anak-Ku Engkau! Engkau telah Kuperanakkan pada hari ini?” dan “Aku akan menjadi Bapa-Nya, dan Ia akan menjadi Anak-Ku?” 6 Dan ketika Ia membawa pula Anak-Nya yang sulung ke dunia, Ia berkata: “Semua malaikat Allah harus menyembah Dia.” Dan tentang malaikat-malaikat Ia berkata: “Yang membuat malaikat-malaikat-Nya menjadi BADAI dan pelayan-pelayan-Nya menjadi NYALA API.” (Ibrani 1:5-7)

Para malaikat diciptakan oleh Tuhan pada hari pertama dalam turutan ‘nubuat’ kisah Penciptaan dalam Kitab Suci Kejadian. Among the luminaries of heavens created by God on the first day of Creations, were the stars of heavens; formerly, all of them were the bright ‘stars’ in heavens, as according to their own brightness/glories! Eventually, one third of them rebelled against God, and thus, they became the ‘fallen stars’ or fallen angels!  “…some of them became the fallen angels.” Di antara mahluk ‘terang’ yang diciptakan oleh Tuhan pada hari yang pertama adalah ‘para malaikat’; ada yang telah ditakdirkan ‘terang’ dan ada juga yang telah diketahui akan menjadi ‘gelap,’ maka akhirnya dipisahkan oleh Tuhan akan para malaikat ‘gelap’ itu dari para malaikat ‘terang.’ Malaikat gelap itu adalah merujuk kepada frasa nubuat/profetik sebagai bintang-bintang yang berjatuhan! Berfirmanlah Allah: “Jadilah terang.” Lalu terang itu jadi. Allah melihat bahwa terang itu baik, lalu dipisahkan-Nyalah terang itu dari gelap. Dan Allah menamai terang itu siang, dan gelap itu malam. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari pertama. (Kejadian 1:3-5).

Selepas hari ke-tujuh, manusia yang dicipta pada hari ke-enam telah ‘jatuh’, kerana bujukan Iblis, lalu seluruh umat manusia yang lahir dari first ancestors itu telah tertakluk kepada kuasa dosa, dan kuasa dosa itu sendiri itu telah ‘menyengat’ seluruh keturunan umat manusia; dosa-dosa telah menjadi ‘sengat maut’ atau ‘melukai tubuh roh’ manusia itu sendiri, dan manusia tidak mempunyai sumber atau kepandaian untuk menyembuhkan luka-luka tubuh rohaniah manusia yang disebabkan oleh dosa-dosa. Manusia tiada sumber mahupun pengetahuan atau hikmat untuk menyembuhkan ‘luka-luka’ pada tubuh roh atau tubuh daging, justeru itu, manusia tidak dapat mengalahkan ‘maut.’  Semua orang harus kembali menjadi debu; dari debu kembali menjadi debu! Hanya kepandaian dan Hikmat Tuhan sahaja yang dapat mengatasi kuasa ‘maut’ yang mengenggam dan menakluki seluruh umat manusia itu!

Luka-luka pada tubuh roh yang setiap hari bertambah dan tidak sembuh akan menjadikan tubuh roh manusia itu ‘letih-lesu’, kemudian ‘berbeban berat,’ dan akhirnya ‘mati’ di dalam ‘kuburan orang mati’ di api pensucian/purgatory.   Hanya kuasa kebangkitan Yashua sahaja yang dapat membangkitkan roh-roh yang ‘mati’ di purgatory, supaya ia dapat dikembalikan perjalanannya menuju ke Sorga, jika tidak roh mereka akan selamanya ke eternal damnation in hell.

Roh manusia itu sebenarnya tidak ‘mati’, namun ia dikatakan ‘mati’ kerana tiada kesembuhan ‘luka-luka’ untuk memungkinkan ia bisa bertahan melihat wajah Tuhan Yang menghanguskan semarak api kekudusanNya. Jika ia tidak bertahan dalam hadirat Roh Tuhan, maka tidak hairan mereka yang tidak percaya akan dihimpit jauh ke neraka—jauh dari wajah Tuhan, supaya ia tidak hilang (disappearing into nothingness) dalam hadirat Tuhan yang Maha-Kudus! Untuk rencana penyembuhan ‘luka-luka’ akibat dosa, maka Tuhan dari semula selepas Creations, iaitu pada Sabbathical Rest, hari ke tujuh, telah mengupacara namaNya, iaitu yang bernama ‘KASIH SETIA’ untuk menangani masalah ‘kematian’ rohaniah yang menimpa tubuh rohaniah manusia akibat dari luka-luka (‘dosa-dosa’) pada tubuh roh.

Demikianlah diselesaikan langit dan bumi dan segala isinya oleh Sang Pencipta dan Bapa kepada Segala roh. Ketika Allah pada hari ketujuh telah ‘menyelesaikan pekerjaan’ yang dibuat-Nya itu, berhentilah Ia pada hari ketujuh dari segala pekerjaan yang telah dibuat-Nya itu. Lalu Allah **memberkati hari ketujuh itu dan menguduskannya, karena pada hari itulah Ia ‘berhenti’ dari segala pekerjaan penciptaan yang telah dibuat-Nya itu. (TB Kej 2:1-3). (Nota# Perkataan **memberkati itu merujuk kepada pengaturan ilahi atau pengurusan-pentadbiran ke atas semua para malaikat yang telah dicipta oleh Tuhan Allah, selepas status Upacara Altar Melkisedek menjadi ‘SUDAH SELESAI’; Status ‘SUDAH SELESAI’ berarti pengaliran berkat Perdamaian, berkat Penebusan, dan berkat Keselamatan atau semua berkat-berkat Sorga untuk tujuan Penyembuhan ‘luka-luka’ pada tubuh roh manusia yang tidak berhenti (Immanuel).



Nota kaki

1Typology "the doctrine or study of types or prefigurative symbols, especially in scriptural literature." Tipologi ialah cabang pengajian Teologi/Alkitab dengan melihat peristiwa-peristiwa, orang, benda, institusi dalam Perjanjian Lama sebagai ‘bayangan’ (‘type’) yang menunjuk kepada kegenapan dalam Perjanjian Baru, iaitu Yesus Kristos.  Dalam bahasa yang mudah, ia bermaksud Kristus yang tersembunyi dalam alkisah catatan semua Taurat atau semua Kitab-Kitab dalam Perjanjian Lama. 

Typology. Dictionary.Com https://www.dictionary.com/browse/typology

Jumaat, 28 April 2023

Orang yang 'DUDUK' dalam lindungan Yang Mahatinggi dan 'BERMALAM' dalam naungan Yang Mahakuasa

 

Psalm 91 (NIV)

1 Whoever DWELLS ('duduk') in the shelter of the Most High

    will REST ('bermalam') in the shadow of the Almighty.

2 I will say of the Lord, “He is my refuge and my fortress,

    my God, in whom I trust.”


33 Tetapi carilah dahulu kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.  34  Sebab itu janganlah kamu KUATIR akan hari BESOK, karena hari besok mempunyai KESUSAHANNYA sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari." [a]


      Untuk mencari kerajaan ALLAH, terlebih dahulu, kita mesti menjadi milik Kristus. Untuk menjadi milikNya, kita mesti percaya terlebih dahulu kepadaNya. Orang yang tidak percaya tidak akan 'duduk' mendengar FIRMAN Yeshua; samada Ia sibuk dengan Dunia seperti Martha atau tidak mengindahkan perkataan Yeshua! Percaya artinya, kita 'duduk' dan selalu mendengarkan suara firman dari Yeshua seperti Maria. Hanya satu sahaja keutamaan yang sangat penting dalam hidup ini bagi orang-orang percaya milik Kristus, yaitu membuat keputusan untuk selalu "duduk dekat kaki Tuhan Yeshua [b]" Injil Lukas mencatatkan bahawa Maria telah membuat keputusan untuk duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan Kristus. 

     38 Ketika Yesus dan murid-murid-Nya dalam perjalanan, tibalah Ia di sebuah kampung. Seorang perempuan yang bernama Marta menerima Dia di rumahnya. 39 Perempuan itu mempunyai seorang saudara yang bernama Maria. Maria ini duduk dekat kaki Tuhan (Yeshua) dan terus mendengarkan perkataanNya, 40 sedang Marta sibuk sekali melayani. Ia mendekati Yesus dan berkata: "Tuhan, tidakkah Engkau peduli, bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku." 41 Tetapi Tuhan menjawabnya: "Marta, Marta, engkau KUATIR dan menyusahkan diri dengan banyak perkara, 42 tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya [b]

    Ada beberapa fitrah nubuat tentang karya penebusan umat manusia yang digenapi oleh Kristus secara tersembunyi dalam Kitab-Kitab Suci Taurat (Typology dalam Pentateuch), penggenapan nubuat dalam Kitab Suci nabi-nabi dan juga penyempurnaan nubuat-nubuat dalam Kitab Suci Mazmur yang berstatus telah "Sudah Selesai [c]"  ketika Yeshua, Anak Domba Paskah Tuhan, mencurahkan darahNya di atas altar/Kayu Salib Kudus di bumi. Banyak FIRMAN Yahweh yang telah digenapi ketika KEMATIAN menimpa Yeshua Kristus sebagai, Domba Tuhan, di atas Kayu salibNya. Kita tidak akan mengkaji atau menghurai semua senarai nubuat-nubuat yang telah digenapi, akan tetapi kita akan memilih beberapa petikan yang terpilih sahaja, dan kita akan lihat dengan mata rohaniah kita, bagaimana nubuat-nubuat termasuk typology dalam Taurat, telah digenapi oleh Kayu Salib/Jalan Salib  Yeshua di bumi.

     1.  KELUARAN 20: 1-17.  Pada asalnya, Hukum ini ditulis di atas dua loh batu oleh jari Tuhan Yahweh. Dalam Perjanjian Baru, Perkataan Perjanjian ini telah ditulis dalam loh hati ('roh') orang-orang percaya oleh Roh Kudus menggenapi nubuat Yeremia 31: 31-34 & Yesaya 42: 5-6; Yesaya 53; Yohanes 1: 29. Kematian Yeshua sebagai, Anak Sulung Kambing Domba Tuhan, telah mengwujudkan Perjanjian Darah yang baru, dan Roh Kudus sudah turun membaptis dan memeteraikan orang-orang percaya. Nubuat Yahweh kepada nabi Yesaya telah jelas digenapi dalam kematian Yeshua di kayu salib berhubung Perjanjian Darah baru. Orang yang tidak percaya hanyalah melihat kematiannya itu sebagai capital punishment melalui crucifixion yang dikuatkuasakan oleh pemerintah empayar romawi. Namun, jelas kematian Yeshua adalah rencana Tuhan dari semula Dan tertulis dalam nubuat-nubuat nabi-nabi (Lukas 24: 44). Yesaya 42: 5-6 berbunyi  5 Beginilah firman Allah, TUHAN, yang menciptakan langit dan membentangkannya, yang menghamparkan bumi dengan segala yang tumbuh di atasnya, yang memberikan nafas kepada umat manusia yang mendudukinya dan nyawa kepada mereka yang hidup di atasnya: 6 "Aku ini, TUHAN, telah memanggil engkau untuk maksud penyelamatan, telah memegang tanganmu; Aku telah membentuk engkau dan memberi ENGKAU MENJADI PERJANJIAN bagi umat manusia, menjadi terang untuk bangsa-bangsa, (Yesaya 42: 5-6).  Roh Kudus meneruskan karya ini sehingga kini, di mana, Ia masih menulis Hukum Ibunda Taurat itu dalam roh orang-orang percaya menggenapi maksud nubuat Yeremia 31: 31-34.  Justeru itu, statusnya adalah dilihat sebagai "Sudah Selesai." Skop penggenapan "Sudah Selesai" sebenarnya sangatlah dalam, sehingga artinya mencakupi perihal Pelanggaran hukum dan juga anugerah pengampunan total akan semua pelanggaran itu juga telah digenapi tersedia dan terjamin, asalkan saja kita  menyeru 'nama' Tuhan di dalam Kristus Yeshua! (Kis. 2: 21; Yesaya 28: 16). 


    Kita harus percaya kepada 'nama' Kristus iaitu 'nama' yang diberikan oleh Allah Bapa untuk mendapatkan pelepasan dari kutuk Taurat. Hukum-hukum Tuhan atau Perintah Tuhan itu sendiri tidaklah sempurna, jikalau tidak ada ‘Jalan’ penyelesaian akan pelanggaran-pelanggarannya. Justeru itu, pelanggaran hukum Taurat tanpa berkat Pengampunan dosa-dosa (pelanggaran hukum) adalah hukum yang kejam (gargantuan laws), jikalau tiada jalan penyelesaiannya, dan ia mengakibatkan semua orang terperangkap di bawah kuasa kutuk dan akan menuju ke neraka, tanpa apa-apa penyembuhan ‘luka-luka’ roh. Namun, Taurat itu 100% Suci, kerana ia datang dari Roh Tuhan yang Mahasuci, dan Tuhan telah memberikan 'Jalan' untuk melepaskan kita dari kutuk Taurat, melalui kuasa pengampunan  oleh darah Suci Yeshua! KEKUATAN dosa adalah TAURAT, kerana jika sekiranya dilanggar, maka kuasa kutuk Taurat akan bermula dikuatkuasakan di alam roh oleh para malaikat, kecuali Kasih Karunia di dalam 'nama' Kristus campur tangan. Justeru kerana pengampunan telah diberikan cuma-cuma dalam kuasa darah suci Yeshua (Yesaya 53; Yesaya 28:16; Roma 1: 1-6), maka itulah sebabnya dalam 1Korintus 15: 54-57 : 54... firman Tuhan yang tertulis: “Maut telah ditelan dalam kemenangan. Hai maut di manakah kemenanganmu? 55 Hai maut, di manakah sengatmu?” 56 Sengat maut ialah dosa dan kuasa dosa ialah hukum Taurat. 57 Tetapi syukur kepada Allah, yang telah memberikan kepada kita kemenangan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita


    Pelanggaran Taurat membawa kutuk, tetapi segala kutuk itu sudah semuanya ditelan oleh kuasa darah Suci Yeshua! Darah suci Yeshua 'penuh' dengan maklumat FIRMAN Allah yang membenarkan orang-orang percaya, kerana orang percaya disucikan oleh maklumat-maklumat FIRMAN (serapah Ilahi) yang penuh berkuasa. Maka, bila DARAH SuciNya diupacarakan di atas Altar di bumi, menurut Ordo Melkisedek (Yesaya 53; Lukas 24: 44; Yoh. 1: 29), maka darahNya yang penuh berkuasa itu sebenarnya, telah 'berteriak' ('berkomunikasi' di alam roh) kepada Allah Bapa dan kepada semua Ordo malaikat, samada yang tinggal di Sorga, di bumi dan juga yang tinggal di neraka! Dan seluruh alam roh dan semua mahluk-mahluk roh, sebenarnya tunduk kepada kehendak-kehendak Ilahi yang terkandung dalam DARAH Suci Yeshua, iaitu FIRMAN Allah. Darah Suci Yeshua itu PENUH dengan maklumat FIRMAN Allah! Pelaksanaan pengampunan dosa adalah menuruti FIRMAN Allah, dan semua Firman Allah, pula ada tertulis secara ajaib dalam DARAH Suci Yeshua! Sangti Yohanes bersaksi bahawa Pembawa maklumat yang paling sempurna di alam semesta ialah AIR, DARAH dan ROH, iaitu Yeshua Kristus!  Serapah atau lebih jitu disebut 'doa' lebih mustajab, jika ia diantara (mediated through) oleh satu-satunya medium maklumat yang sempurna, AIR, DARAH dan ROH, iaitu Yeshua Kristus. Manusia biasa, air darah dan rohnya penuh dengan maklumat dosa dan kutuk! Alam roh sebenarnya tunduk melaksanakan semua kehendak Tuhan menurut FIRMAN Allah yang terkandung dalam darah sempurna Yeshua Kristus itu. 

        Semua Pelanggaran kita ke atas semua perintah Tuhan baik dalam Perjanjian Baru mahupun dalam senarai Hukum Ibunda Taurat di dalam perjanjian Lama adalah menuntut Korban Penebus Dosa untuk Perdamaian. Taurat mengajar bahawa pelanggaran hukum-hukum/Perintah Tuhan memerlukan pencurahan darah untuk perdamaian [d]. Pada masa hari-hari zaman Perjanjian Lama, Tuhan telah berjanji untuk  bertemu dengan bani Israel dekat tutup Perdamaian Tabut Perjanjian (the atonement cover ~ the mercy seat of YHVH)  [e]  melalui pelayanan pengantaraan Gembala/Imam Besar.  Tuhan Yahweh menemui bani Israel melalui Pengantaraan  Imam/Gembala  dekat tutup Tabut Perjanjian (the Mercy Seat). Segala perintah/firman 'semasa' dari Tuhan Yahweh akan difirmankan oleh Roh Tuhan melalui nabi-nabi/gembala atau Imam Besar Israel dekat tutup perdamaian (the atonement cover or the mercy seat of God). Pada zaman ketika Musa masih hidup ia memimpin Israel sebagai Sherpherd/Gembala; dialah yang mengantara untuk umat Israel dan dialah juga yang akan berbicara dengan Tuhan YHVH dekat dengan the Mercy Seat of God.  Korban Perdamaian, iaitu DARAH dari korban penebus dosa bagi seluruh bangsa Israel akan direnjiskan sebanyak  tujuh (7) kali di atas tutup Tabut Perjanjian, dan ke atas Umat Tuhan supaya seluruh umat Israel sebagai bangsa yang dipilih Tuhan dapat diperdamaikan semula dengan Tuhan yang kudus. Dan hal ini dilakukan setiap kali nabi-nabi Tuhan berbicara agar ‘perdamaian’ itu perlu dilaksanakan selain dari perayaan-perayaan tetap yang di rayakan di tanah Perjanjian.  

    Penebusan Sion secara menyeluruh, samada Sion Perjanjian Lama atau Sion Perjanjian Baru, adalah berstatus  "Sudah selesai” [c].   Ia diselesaikan oleh Domba Tuhan, Yeshua, di atas kayu salib.  DARAH Yeshua sudah lunas membayar segala tuntutan darah Korban Perdamaian bagi semua kutuk dan juga untuk penyembuhan bagi semua 'bilur-bilur' akibat pelanggaran hukum Tuhan oleh umat manusia sejak dari semula hingga akhir zaman.  Kasih Karunia sebenarnya mengalir kepada seluruh bani Israel di Tanah Pejanjian dari atas Tutup Perdamaian itu (the atonement cover)  atau disebut the Mercy Seat of Yahweh. Dahulunya dalam Perjanjian lama, DARAH binatang dipakai dalam ibadah ritus menurut Taurat,  sebab darah binatang telah diizinkan sendiri oleh Firman Tuhan untuk ibadah penyelesaian dosa-dosa kerana Darah Domba sebenar dari Sorga belum datang ke dunia!   Kelak, ibadah ritus Taurat ini hanyalah dilihat sebagai menuntun mereka kepada iman itu sendiri, yaitu percaya kepada peribadi Yeshua Kristus yang datang mengerjakan semua Taurat, semua nubuat nabi-nabi dan semua nubuat dalam Kitab Mazmur (Lukas 24: 44).

     Mereka nanti akan dituntun agar beriman kepada ‘NAMA’ Tuhan Bapa, iaitu Pengasihani (The Great Mercy), Adil (Just), Berlimpah Kasih Setia (Unfailing Love), dan Setia mengampuni (Faithful in Forgiveness).  Bapa telah memberikan ‘namaNya' itu kepada anakNya iaitu Yeshua Kristus. Namun, umat manusia berfikir bahawa ‘NAMA’ Tuhan ini mungkin tidak benar dan tidak dapat diandalkan sebagai sandaran pengharapan dalam kehidupan.  Satu Dunia pernah menafikan ‘nama’ Tuhan, pada zaman nabi Noah, di mana seluruh dunia hanya terfokus kepada agenda manusia semata-mata, iaitu 'makan dan minum' dan 'kahwin dan mengahwinkan.' NAMA Tuhan telah dinubuatkan melalui perantaraan mulut Tuhan (nabi-nabi) akan diberikan kelak oleh Bapa kepada anakNya iaitu Yeshua Kristus. Maksudnya, tanggungjawab karya ‘penebusan’ dan ‘penyelamatan’ umat manusia itu telah ditakdirkan akan dipikulkan ke atas bahu Yeshua Kristus dalam zaman Perjanjian Baru. Yeshua telah memikul Kayu Salib perdamaian itu. Para ahli teologi telah merumuskan bahawa Tuhan Anak, Yeshua Kristus, telah menyempurnakan atau menggenapi tiga (3) perkara pokok utama dalam menyelesaikan Perseteruan antara Roh Tuhan (Tiada dosa) dan umat manusia (berdosa selalu) iaitu:-

i)   Penyempurnaan Korban Penebus dosa;

ii)  Penyempurnaan Pengantaraan dan;

iii) Penyempurnaan Sumpah Perjanjian Damai oleh Raja Damai.      


    Dalam Pengurusan Ilahi kepada alam roh, Tuhan Allah Bapa sudah menentukan atau mentakdirkan bahawasanya, pelanggaran hukum rohaniah menuntut penyempurnaan semua transaksi maklumat rohaniah, iaitu pergerakan maklumat rohaniah yang melibatkan medium AIR, DARAH dan ROH [f]. KETIGA ini adalah SATU, iaitu dalam karya peribadi Kristus atau 'nama' yang diberikan oleh Bapa. Walaupun percaya kepada nama Tuhan, namun kita sebagai manusia lemah yang dibaluti daging, selalunya tertakluk kepada kuasa dosa dan justeru itu, kita tidak dapat berkomunikasi secara langsung kepada Bapa segala Roh yang Mahakudus. Sejak kejatuhan Adam, di zaman para patriarchs, pengujudan pelayanan pengantaraan rohaniah telah dibuat di bumi, dan garis keturunan yang melakukan pelayanan pengantaraan itu di panggil ‘gembala/sherpherd.’ Noah, Abraham, Ishak, Yakub, Musa, Daud, dan juga Ordo pengantaraan Melkisedek, iaitu Yeshua Kristus, semuanya disebut ‘shepherd/gembala’ kepada Umat Tuhan di bumi, kerana mereka melaksanakan tugas-tugas pelayanan pengantaraan (the divine mediatory roles)  di antara Roh Tuhan dan roh-roh umat manusia di bumi.

     Justeru itu, komunikasi di antara Roh Bapa dan umat manusia di bumi, sememangnya telah mentakdirkan Kristus/Kasih Karunia sebagai Pengantara bagi umat manusia sejagat sebelumpun dunia ini dijadikan. Dahulunya, di zaman Patriarchs, hanya satu garis keturunan sahaja yang diberikan anugerah pengajaran tentang Kasih Karunia dari Tuhan Yahweh. Mereka telah diajar oleh Roh Tuhan sendiri atau Roh Kudus (the Helper) mengenai Jalan, Pintu, Kunci, dan Jubah Kebenaran dalam urusan-urusan berkomunikasi dengan Roh Allah Bapa. Kerap kali mereka dijuluki sebagai the friends of God. Akan tetapi, Tuhan telah dari semula telah merencanakan karya agung penyelamatanNya, dari semula untuk semua bangsa-bangsa yang ada di dunia ini, iaitu penganugerahan Jalan, Pintu, Kunci dan Jubah Kebenaran kepada semua manusia di dunia melalui pengantaraan Kristus Imam Ordo Sorgawi, iaitu Ordo Melkisedek.  Alasan bagi pengujudan kepada pengantaraan roh itu ialah justeru kerana Kekudusan Tuhan itu sendiri yang  memenuhi alam semesta ciptaanNya. 

     Justeru itu, salah satu rahasia kuasa kehidupan sebenarnya  ialah kuasa yang menopang kuasa kehidupan adalah bersifat kudus.  Yang bertentangan dengan kuasa kehidupan kudus akan sendirinya terhimpit (crushed into) menuju ke perjalanan arah polarity bertentangan iaitu Neraka!  Sehubungan dengan itu, Sifat Kudus kuasa kehidupan itu sendiri adalah sumber malapetaka kepada umat manusia yang berdosa ('terluka'), sebab 'dosa-dosa' pada roh manusia sememangnya menyebabkan roh-roh manusia berada pada posisi berseteru dengan kuasa kehidupan atau keberadaan Tuhan yang Mahasuci, kuasa kehidupan mutlak bagi segala ciptaan.  Justeru itu, kita memerlukan JALAN pengantaraan Tuhan yang sempurna, jika kita inginkan survival kehidupan kekal Abadi dalam Ciptaan Tuhan Allah yang Mahasuci! Justeru itu, tidak ada keselamatan dibawah kolong langit ini kecuali 'nama' Tuhan, iaitu nama yang diberikan kepada Anak tuhan yang Mahatinggi. Hanya melalui namaNya sahaja pengantaraan sempurna dari pihak Allah sendiri itu dapat menganugerahkan kehidupan kekal abadi kepada umat manusia:  Yeshua Kristus, Anak Tuhan yang Mahatinggi.

     Perantaraan Kristus ditakdirkan untuk menyelesaikan Perseteruan roh Tuhan dan roh manusia sebelumpun Dunia ini dijadikan; Hal itu telah diupacarakan secara sah pada hari ke-tujuh, iaitu the Sabbath rest di Sorga! Kelak, the Sabbath Rest dirayakan di bumi bahawasanya manusia berdosa memerlukan pengorbanan Tuhan untuk mendapatkan keselamatan! Saksi the Sabbbath Rest di Sorga ialah Bapa, Firman dan Roh Kudus! Akan tetapi saksi ibadah the Sabbath Rest di bumi ialah Air, Darah dan Roh, iaitu Yehsua Kristus! Fitrah roh Tuhan yang sentiasa sahaja Kudus sepanjang masa, sedangkan fitrah keujudan umat manusia yang dibaluti daging adalah  selalu sahaja lemah dan kerap-kali terjeremus kepada 'luka-luka roh' (berdosa). Justeru itulah,  Kristus perlu berdiri di tengah -tengah atau duduk di sebelah kanan Bapa untuk menyelesaikan (dosa-dosa) luka-luka tersebut bagi pihak manusia. Dosa-dosa manusialah yang mengakibatkan  Perseteruan itu muncul! Biji benih Creation adalah kudus, iaitu segala Pengetahuan, Pengertian, Hikmat dan Kuasa Ilahi Kristus. 'The Seed' atau "the Offspring"  itu sendiri adalah satu-satunya 'Jalan' penyelesaian kepada segala kerosakan roh-roh manusia atau 'taruk' manusia dalam Creations.                        

     This perpetual spiritual conflicts between the Creator and mankind must be settled down through the mediatorship of Christ Jesus alone: the Messianic Mediator. Kita boleh saja tinggal terus di bumi yang sacred ini, dengan syarat ada pengujudan penyempurnaan  pengantaraan Imam Agung Melkisedek.  Pengajaran asas rohaniahnya adalah umpama menanggapi survival of the fetus di dalam rahim indungnya yang mengandung, di mana mereka boleh co-exist, tinggal sama-sama, dengan pengantaraan keajaiban placenta! Andaikata 'bermalam' itu adalah seperti  fetus dalam rahim indung, maka proses mendapatkan hikmat tentang "rest," itu diumpamakan sebagai proses kelahiran kembali.  Untuk lahir kembali, maka kita perlukan ‘malam’ dalam rahim selama 9 bulan. Tapi, itu kelahiran daging, sedangkan Kelahiran Kembali roh tidaklah tertakluk kepada hukum-hukum biologis.  Semakin kita mendalami untuk melihat keperluan untuk "rest" atau sembuh dari segala keletih-lesuan akibat 'luka-luka roh' (dosa-dosa), maka manusia akan semakin tergantung kepada Pohon Kehidupan, iaitu Yeshua Kristus. Dalam ucapan berbahagia Kristus: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Tuhan Allah, Karena merekalah yang empunya kerajaan Sorga." Perkataan 'miskin' di sini bukanlah berarti kekurangan sumber kehidupan daging menurut hikmat sekular, tetapi Ia menjurus kepada 'ketergantungan' roh manusia kepada Pengantaraan Kristus (Pohon Kehidupan).  Tanpa Kristus kita tiada erti untuk meneruskan kehidupan di dunia ini. Itulah yang dimaksudkan dengan frasa perkataan "miskin di hadapan" Tuhan. Ia umpama fetus yang tidak akan dapat hidup ‘co-exist’ dalam dunia ibunya jika, tanpa pengantaraan fungsi-fungsi biologisplacenta’ dan tali pusat dalam rahim ibunya.

    Manusia yang lahir kembali akan diajar oleh Roh Kudus dengan ajaran altar, bahawa manusia perlu hidup, seperti ranting kepada Pohon Kehidupan, sebagaimana fetus itu hidup dengan ketergantungan penuh melalui 'tali pusat' dan juga pengantaraan fungsi-fungsi yang disempurnakan oleh 'placenta' untuk memberikan proses imunologi, proses kelenjar endokrin tubuh badan, proses perkumuhan, makan dan minum dan juga agar dapat memberikan proses pernafasan kepada janin itu melalui pengantaraan placenta. Darah ibu tidak akan bercampur dengan darah fetus itu, namun semua proses kehidupan fetus adalah melalui perantaraan Placenta, dan melalui tali pusat fetus itu.  Roh kita sebagai manusia yang sering berdosa tidak akan bercampur dengan Roh Allah Bapa Pencipta, namun melalui perantaraan sempurna Kristus kita akan masih dapat bergaul karib dengan ROH Allah Bapa! Itulah keajaiban pengantaraan Imam Ordo Melkisedek! 


    Kita berdoa dengan frasa "di dalam NAMA Kristus" yang bermaksud bahawa semua doa-doa kita tergantung penuh kepada pelayanan Pengantaraan Kristus sebagai Domba Paskah Tuhan, Imam Melkisedek, dan juga sebagai Raja DAMAI yang menyumpah Sumpahan Perdamaian dalam Perjanjian Baru.

     Sebelum lahir, fetus itu harus melalui "bermalam" dalam rahim ibu selama 9 bulan lamanya. Selama ini, Ia bergantung penuh secara semulajadi kepada perantaraan placenta melalui unjuran talipusat. Sebelum percaya kepada kelahiran kembali, roh manusia semestinya dididik terlebih dahulu tentang 'dependency' penuh kepada Roh Tuhan melalui perantaraan Ordo Melkisedek, iaitu Yeshua Kristus. Hanya, selepas Ia tahu dan mengerti tentang bagaimana kehidupan sebagai anak-anak yang ditebus oleh DARAH Suci  Tuhan Yeshua, maka baharulah Ia meneruskan perjalanan Iman di bumi. Jika ia belum murni dalam hal hikmat, iaitu tentang asas pengetahuan dan pengertian mengenai "rest" di dalam Kristus, maka dia akan kembali dan kembali lagi kepada "bermalam" itu, atau berjalan dalam "gelap."   Justeru itulah, ada nasihat rasul Petrus dalam 1 Petrus 1: 6-7: Rasul Petrus menasihati kita supaya 6 bergembiralah akan hal itu (dipelihara dalam kekuatan Allah, iaitu Kristus), sekalipun sekarang ini kamu seketika harus berdukacita oleh berbagai-bagai pencobaan. 7 maksud semuanya itu ialah untuk membuktikan kemurnian imanmu--yang jauh lebih tinggi nilainya dari pada emas yang fana, yang diuji kemurniannya dengan api--sehingga kamu memperoleh puji-pujian dan kemuliaan dan kehormatan pada hari Yesus Kristus menyatakan diri-Nya.

    Tiada yang mustahil bagi orang yang percaya Tuhan. Kelayakan kita itu bukanlah kerana kita orang baik-baik, namun kita dilayakkan oleh perantaraan kristus yang ajaib. Roh Tuhan tidak akan bercampur dengan roh manusia dalam hubungan komunikasi roh, namun proses menjadi ‘anak-anak Tuhan' itu dilaksanakan oleh perantaraan Kristus (Mediatory role of Christ)! Kristus berdiri di tengah-tengah antara Tuhan dan Umat manusia, untuk memberikan kehidupan dan berkat-berkat pengharapan kepada umat manusia yang fallen! Sebagaimana placenta berdiri di tengah-tengah, supaya Indung dapat memberikan kehidupan kepada janin yang belum lahir dengan pengantaraan yang disempurnakan oleh Placenta. Namun, perumpamaan ini tidaklah jitu, tetapi hanyalah sekadar mendekatkan penanggapan logika otak manusiawi kita agar dapat menangkap akan arti ‘perantaraan’ yang disempurnakan oleh Yeshua.  

    Kita lemah atau mudah 'berdosa' dalam keujudan berdaging kerana fitrah daging memang terjual kepada kebinasaan; the vulnerable human beings in the flesh. Tapi, Justeru kerana pengantaraan Kristus yang ajaib dan sempurna, maka kita masih dapat bergaul karib dengan Bapa Sorgawi dalam 'kamar' yang terdalam! Dalam daging ini kita akan ada groanings, dan juga roh kita akan buat groanings yang tidak terucapkan oleh kata-kata di mulut. Keluh-kesah kita itu macam ulangan kepada kata-kata Abraham yang berbunyi : "Apalah kami ini Tuhan, nafas kehidupan kami ini hanyalah umpama "like a watch in a night" kerana kami ini cuma tanah liat saja, dan kami dari debu dan kepada debu kami kembali. Sedangkan kamu ya Roh Tuhan Pencipta, Engkau hidup selama-lamanya ... dari infinity ke infinity ."

    Dahulu ada kisah seorang Polis konstabel Malaysia  yang pernah  diculik oleh kumpulan pengganas Abu Sayyaf di kepulauan Jolo, dan mereka menuntut wang  tebusan untuk jaminan pembebasan, supaya polis yang akan ditebus itu dapat dibebaskan dari belenggu maut di tangan Abu Sayyaf, dan kembali hidup-hidup ke tempat asalnya di Malaysia; maksudnya, ada bayaran/ongkos yang perlu dikorbankan secara tuntas! Darah suci Yeshua perlu menebus kita dari 'penculikan' oleh kuburan orang mati ('maut') dengan kuasa Penebusan Tuhan Kristus,  iaitu suatu bayaran yang penuh/tuntas yang menyembuhkan semua ‘luka-luka’ umat manusia.  Syukurlah dan dimuliakanlah namaNya, kerana darah suciNya sentiasa berteriak siang dan malam di alam roh, untuk membebaskan setiap orang percaya yang menyeru namaNya, lalu mereka dilepaskan dari belenggu dosa-dosa (’luka-luka' pada roh). Segala upah kepada penyembuhan itu sudah lunas dibayar, supaya kita kembali ke pangkuan Bapa.  


    Segala pelanggaran Taurat (dosa) iaitu pelanggaran kepada hukum-hukum yang tersenarai dalam  KELUARAN 20: 1-17 status sebenarnya adalah "Sudah Selesai" [c].  Maksudnya, tuntutan upah untuk perdamaian kepada semua pelanggaran hukum Tuhan, iaitu DARAH DOMBA Tuhan,  sudah lunas dibayar! Kita tidak lagi hidup menurut penghambaan Taurat atau dihambakan oleh kuasa dosa, iaitu Taurat, kerana oleh Taurat kita mengenal apa itu dosa. Kita dilepaskan dari kutuk Taurat oleh kuasa darah Suci Yeshua. Pelepasan ini digambarkan sebagai suatu kebebasan roh kita dari luka-luka roh (dosa-dosa). Dan, pelanggaran Taurat tidak lagi dapat melukai roh kita secara kekal, kerana darah Yeshua senantiasa menjanjikan pelepasan dan penyembuhan luka-luka roh kita! Paulus menulis ungkapan kebebasan yang kita kecapi akibat janji pelepasan  dan penyembuhan itu, seperti dalam 1 Korintus 10: 23 "Segala sesuatu diperbolehkan." Benar, tetapi bukan segala sesuatu berguna. "Segala sesuatu diperbolehkan." Benar, tetapi bukan segala sesuatu membangun. Jikalau kuasa dosa, iaitu pelanggaran Taurat, hanya dapat melukai kita untuk sementara waktu, maka wajarlah Rasul Paulus berkata: "Segala sesuatu diperbolehkan." Maksudnya, itulah kehidupan yang merdeka di bawah kuasa Kasih Karunia di dalam 'nama' Kristus! Walaupun, hakikatnya, kita manusia yang lemah dan semestinya akan 'luka' setiap hari, namun Yeshua bersabda "Akulah JALAN." Dialah JALAN kita untuk menyelesaikan segala dosa-dosa dan kutuk.

2.  YESAYA 53.  Nubuat-nubuat dalam Firman nubuat ini  juga "Sudah Selesai" statusnya.

3.  IMAMAT 17: 11 status nubuatNya  "Sudah Selesai"

4.  MAZMUR 40: 7, 8, & 9 status nubuatNya "Sudah Selesai."


Bagaimana mungkin saya tahu statusnya Sudah Selesai ?


    Yeshua Kristus menjawab dengan Jawapannya yang sangat jelas sekali.  "IT IS FINISHED" [c] .  Oleh bilur-bilurMu (Darah Suci Domba Tuhan), kami telah menjadi sembuh (luka-luka  roh pasti dapat KESEMBUHAN, luka-luka jiwa akan boleh saja sembuh, jika ia adalah kehendak Bapa, dan luka-luka daging juga boleh saja sembuh menurut kehendak Bapa). Yesaya 53: 5 b.  Kesembuhan luka-luka roh itu pasti, tetapi bagi luka-luka jiwa dan daging, kesembuhannya adalah bergantung kepada kekuatan daging dan juga kehendak panggilan Tuhan, kerana daging itu ditakdirkan untuk kembali kepada bumi, lagipun ia sangat vulnerable (mudah rosak/luka), maka sukarlah ia menjadi immortal, kecuali dalam kasus Henokh, Elia dan Santa Maria yang telah diberikan  immortality!

     Tiada seorangpun yang akan duduk dekat kaki Tuhan Yeshua jikalau dia tiada takdir untuk dilahirkan Kembali! TIDAK ada orang yang mampu untuk duduk dekat kaki Tuhan Yeshua, iaitu memasuki hadirat Roh Tuhan, kecuali dia yang telah lahir kembali ke dalam kerajaan ALLAH. Justeru itu, dia yang "tinggal" atau "duduk" di dalam lindungan Yang Mahatinggi, berarti dia yang 'makan daging dan minum DARAH Yeshua;' bagi mereka Inilah yang dapat tinggal dalam Kristus (John 6: 56). Betapa berharganya Kasih Setia Mu, ya Allah! anak-anak manusia yang berlindung dalam naungan sayap-Mu. (Mazmur 36: 8). Yeshua Kristus adalah Kasih Setia Tuhan yang kelihatan di bumi. Ia dapat dilihat Setia kerana Ia menghapuskan dosa-dosa Dunia, Ia mengantara Siang dan malam di sebelah kanan Allah Bapa menurut Ordo Melkisedek, dan ia telah menyumpah kita dengan sumpahan Perdamaian, sehingga roh kita terjamin tidak dilaknat dengan api neraka! Duduk/DIAM di rumah Tuhan dalam petikan  Mazmur 27: 4-5 adalah suatu ekspresi Iman Daud tentang keadaan roh yang diperdamaikan dengan Roh Allah Bapa yang Kudus.

     Rumah Tuhan atau 'kamar' itu merujuk kepada 'roh doa.' Di sana Daud menyaksikan kemurahan Tuhan dan menikmati (kebaikan-kebaikan) dalam baitNya (Mazmur 27: 4-5). Kebaikan-kebaikan Tuhan itu merujuk kepada KASIH KARUNIA, iaitu Yeshua Kristus! Janji Tuhan dalam Mazmur 91: 1 berbunyi:-

Whoever dwells in the shelter of the most high will rest in the shadow of the almighty  (Ps 91: 1).

     Perkataan "dwells " itu adalah merujuk kepada orang percaya yang duduk atau tinggal dalam lindungan yang maha tinggi. Shelter milik yang Maha Tinggi merujuk kepada roh doa atau 'kamar' terdalam. Yang dapat memasuki "kamar" itu ialah mereka yang telah lahir kembali dalam kerajaan Kristus. Mereka yang lahir ini akan diajar pula tentang "rest in the shadow of the almighty." Takrif perkataan tinggal atau 'duduk' ialah: "Barangsiapa makan daging Ku minum darahku, Ia tinggal di dalam Aku, Dan Aku di dalam dia." [Yohanes 6: 56] . 


  Orang percaya ternyata adalah mereka yang menerimaNya dan diberi kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam namaNya [Yohanes 1: 12]. "NamaNya" di sini merujuk kepada i) covenanted names, ii) immutable names, dan juga iii) the Word of God.   Ketiga-tiga kategori nama Yeshua di atas menjadikan Dia sebagai Tuhan, Juruselamat dan Pengantara. Dia memang Ilahi kerana dialah yang telah mengwujudkan Perjanjian Baru (Yeremia 31: 31-34); Roh Yeshua itu adalah dari 'taruk' atau dari Akar Tunjang atau dari Roh Kudus dalam Yesaya 11: 1-3; Yesaya 9: 5-6; dan pekerjaan-pekerjaanNya adalah seratus peratus Ilahi. Dia tidak buat kerja-kerja manusia daging di Dunia ini, seperti berniaga, berpolitik, membina negara, atau kahwin atau beranak-pinak, kerana NamaNya ialah Firman Allah (Wahyu 19: 13b; Lukas 24: 44 ). Ya, pekerjaanNya 100% Ilahi! Maksudnya, Yeshua itu adalah Tuhan. Kita tidak menjadikannya sebagai Tuhan menurut rumusan fikiran manusia, melainkan  Yeshua itu memang Tuhan menurut FIRMAN Allah dan juga segala-gala pekerjaanNya adalah menuruti dan mengenapi semua Firman Allah. Wahyu 19: 13 b mengatakan bahawa namaNya (pekerjaanNya atau karyaNya) adalah FIRMAN Allah. Dia adalah Tuhan Kristus yang dijanjikan Yahweh dalam Kitab-Kitab Suci  melalui pemberitaan nabi-nabi dari Perjanjian-Perjanjian yang terdahulu sejak zaman Noah lagi. Ia adalah INJIL ALLAH yang diberitakan oleh nabi-nabi dalam Kitab-kitab Suci (...lihat takrif 'Injil Allah' dalam petikan Roma 1: 1-6; Lukas 24: 44).

 

Footnotes

[a] Matius 6: 33-34

[b] Lukas 10: 38-41

[c] Yohanes 19: 30

[d] Keluaran 17: 11

[e] Keluaran 25: 1-22

[f ] 1Yohanes 5: 6-12penebusan